Senin, 19 Agustus 2013

Rumah Masa Depan

RUMAH MASA DEPAN SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF TEMPAT TINGGAL YANG NYAMAN DAN RAMAH LINGKUNGAN
Abstrak
Rumah merupakan tempat tinggal bagi manusia yang ada di bumi, karena rumah adalah salah satu tempat yang bisa melindungi orang-orang yang ada tinggal di dalamnya.
Potensi yang di miliki oleh rumah sangatlah besar akan tetapi pengolahan rumah hanyalah terbatas pada rumah-rumah yang sudah berkembang saat ini, sedangkan rumah-rumah yang yang kecil cenderung kurang mendapat perhatian dari pemerintah dan hal ini kurang di berdayakan dengan baik. Dengan pengenalan rumah diharapkan mampu memberikan perkembangan kepada masyarakat-masyarakat yang belum terkenal dimana hal ini di harapkan memiliki manfaat yang mampu mengembangkan potensi rumah-rumah yang ada di bumi ini.
Dalam penulisan karya ilmiah ini kami menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berdasarkan kajian kepustakaan dan dengan pengumpulan data dengan mengadakan observasi,wawancara,dan kajian pustaka. Kami menganalisis semua itu mencangkup reduksi data dan sajian data. Dengan hasil bahwa pengembangan perumahan itu melalui sector mengenai tempat tinggal yang sangatlah evektif. Kami berharap dukungan dari pemerintah dan masyarakat setempat guna melancarkan rancangan kami.


A.    Pendahuluan  
Rumah merupakan tempat untuk berteduh atau berlindung dari panas, hujan, dan hawa dingin, tempat untuk bersitirahat serta tempat berkumpul anggota keluarga. Rumah mempunyai berbagai fungsi yang sama tergantung pada tujuan yang ingin dicapai yang berbeda antara penghuni dan tergantung pada tempat dan waktu.
 Teteapi kenyataanya rumah-rumah di Indonesia tidak layak untuk di jadikan tempat tinggal/tempat hunian bagi masyarakat, karena perumahan-perumahan yang ada rata-rata banyak yang kotor, kumuh, dan sebagainya, karena tidak memperhatikan keadaan rumahnya sendiri.
Seiring kondisi iklim khususnya Indonesia itu tropis, membuat suhu di Indonesia jadi terasa panas, sehingga keaadaan panas ini menyebabkan pemilik rumah banyak yang menggunakan AC untuk penyejuk ruangan. Tetapi di sisi lain AC dapat menyebabkan dampak buruk bagi lingkungan. Semua itu kurang efektif sehingga membuat saya ingin melakukan tindakan yang lebih efektif dan optimal.
Khususnya bagi daerah Jakarta, melihat kondisi di Jakarta banyak perumahan yang berantakan, kotor, kumuh dan sebagainya. Saya ingin memberi sebuah perbedaan yang lebih jauh bermanfaat bagi semua masyarakat di Indonesia  khususnya daerah Jakarta , yaitu dengan merubah system perumahan yang pada umumnya. Sesuai ide yang ingin saya terapkan yaitu rumah tembok dengan atap dak cor yang di isi tanah. Hal ini memungkinkan suhu dalam ruangan menjadi sejuk, karena yang jadi atapnya adalah tanah. Dengan tanah itu panas matahari tidak masuk sepenuhnya dalam ruangan. Lebih jauh pemanfaatan atap ini yaitu atap rumah tersebut bisa di tanami berbagai jenis tnaman, lebih indah lagi bila atap tersebut di tanami rerumputan yang hijau.
Fungsi lain dari rumah tersebut adalah sebagai media bercocok tanam. Seiring pertumbuhan penduduk di wilayah Indonesia, penggunaan tanah sebagai media bercocok tanam beralih fungsi menjadi tanah pemukiman. Maka takhayal di area persawahan semakin sedikit. Maka atap rumah ini bisa di tanami berbagai tanaman. Sehingga media bercocok tanam tidak hilang.
B.    Perumusan Masalah
Bagaimana cara meciptakan rumah yang sangat nyaman bagi pemiliknya serta ramah lingkungan. Serta mewujudkan rumah idaman tanpa menguraangi lahan untuk sektor pertanian.
C.   Temuan Baru
Negara INDONESIA adalah daerah yang beriklim tropis.Sehingga daerahnya memiliki udara yang amat panas. Melihat kondisi tersebut saya berinisiatif untuk memberi  solusi yaitu rumah masa depan. Pada umumnya,rumah tembok menggunakan atap rata/menggunakan genting hal ini kurang efektif,karena sinar matahari kurang bias  terfilter. Sehingga membuat suhu didalam ruangan amat panas,membuat penghuni rumah jadi tidak nyaman.
Rumah masa depan akan membuat kondisi jauh lebih berbeda. Karena rumah masa depan memiliki banyak kegunaan. Saya harap banyak yang menerapkan rumah masa depan ini. Adapun konsep rumah masa depan yang saya susun adalah rumah tembok dengan dak cor di atasnya di isi dengan tanah. Kenapa menggunakan tanah? tanah yang basah memiliki fungsi sebagai filter yang menyerap panas sinar matahari. Dengan menggunakan tanah di dak atap rumah,sinar matahari akan terfilter,sehingga radiasi dr panas yang di pancarkan sinar matahari tidak masuk sepenuhnya dalam ruangan.
Asumsi pemikiran saya bertolak pada penggunaan genting tanah. Saya pernah saya pernah  melakukan observasi dengan membandingkan rumah yang  menggunaakan atap asbes, seng, genting tanah. Ada pun hasilnya adalah rumah yang menggunakan atap genting lebih sejuk di bandingkan dengan asbes ataupun seng fungsi lain dari rumah masa depan adalah sebagai media bercocok tanam. Seiring pertumbuhan penduduk di wilayah indonesia, penggunaan tanah sebagai bercocok tanam, penggunaan tanah sebagai media bercocok tanam beralih fungsi menjadi tanah pemukiman. Berhubung Negara Indonesia di kenal sebagai Negara agraris oleh Negara-negara lain. Maka tak hayal di masa depan area persawahan semakin sedikit. Sehingga media bercocok tanam tidak hilang tetapi berpindah tempat sehinnga atap rumah tersebut bisa di tanami berbagai tanaman. Indonesia merupakan negara dengan tingkat biodiversitas tertinggi kedua di dunia setelah Brazil. Fakta tersebut menunjukkan tingginya keanekaragaman sumber daya alam hayati yang dimiliki Indonesia dan hal ini, berdasarkan Protokol Nagoya, akan menjadi tulang punggung perkembangan ekonomi yang berkelanjutan (green economy). Protokol Nagoya sendiri merumuskan tentang pemberian akses dan pembagian keuntungan secara adil dan merata antara pihak pengelola dengan negara pemilik sumber daya alam hayati, serta memuat penjelasan mengenai mekanisme pemanfaatan kekayaan sumber daya alam tersebut. Kekayaan alam di Indonesia yang melimpah terbentuk oleh beberapa faktor, antara lain:
Dilihat dari sisi astronomi, Indonesia terletak pada daerah tropis yang memiliki curah hujan yang tinggi sehingga banyak jenis tumbuhan yang dapat hidup dan tumbuh dengan cepat.
Tumbuhan yang bisa di tanam di dak ini sangatlah berfariasi,dari tanaman rambat sampai tanaman berbiji (asal tidak padi dan tanaman berpohon besar). Karena letaknya di atap rumah maka memudahkan pemilik untuk merawat tanamannya.Hal ini memungkinkan pemilik menanam tanaman bernilai ekonomi tinggi.Contoh : melon, semangka kotak, dll. Mari kita renungkan dengan Potensi Alam yang sangat besar sangat di sayangkan jika tidak ada yang mampu atau mau mengolahnya. Para pemuda tani pun enggan untuk terjun ke sawah (jika pun ada jumlahnya minim), hal ini dikarenakan hasil dari sawah kurang menjanjikan di mata mereka, dan pertanian hasilnya tidak dapat dinikmati langsung, butuh waktu untuk menunggu. Belum lagi kondisi desanya yang jauh dari infrastruktur memadai, membuat mereka hengkang dari desanya. Seperti yang saya amati di daerah saya tinggal di Jambon, jawa tangah, yang mana tenaga-tenaga di ladang kalangan usia 40 tahun ke atas, dan menurut penuturan tokoh masyarakat setempat banyak pemuda dan warga yang merantau, bahkan saking lamanya rumah-rumah yang ditinggalkan dibiarkan roboh dimakan usia.
Keadaan panas di indonesia menyebabkan pemilik rumah tembok menggunakan AC untuk penyejuk ruangan. Seperti yang kita tahu AC memiliki dampak negatif bagi lingkungan, selain menyejukkan ruangan AC juga menghasilkan zat Co2.dimana Co2 dapat menyebabkan lapisan ozon yang ada di bumi tertutupi kerusakan ozon akan memiliki dampak yang luar biasa bagi keadaan di bumi , seperti yang kita tahu ozon memiliki fungsi menyerap radiasi sinar matahari . apabila ozon tertutupi maka radiasi sinar matahari tidak dapat terserap secara maksimal . dampak dari keadaan tersebut yang kita rasakan saat ini adalah bumi semakin panas .
Rumah masa depan akan memberi solusi yang berbeda. Penggunaan tanah sebagai dakatas dan memungkinkannya sebagai media tanaman akan memberi kesejukan pada ruangan . secara secara singkat saya sudah menjelaskannya diatas. Lebih jaug penggunaan da katas sebagai media tanaman yang membuat tanah basah,tanaman seperti yang kita tau juga menghasilkan oksigen yang membuat lingkungan menjadi lebih sejuk. Berbeda dengan  AC yang menghasilkan CO2, rumah masa depan ini menghasilkan O2 yang sangat baik untuk lingkungan di bumi.
Berdasarkan uraian di atas, rumah masa depan adalah alternatif yang baik. Selain memberi kesejukan terhadap rumah, rumah masa depan sangat bagus untuk lingkungan di bumi.

D.   Metode Penelitian
a.    Pendekatan Penulisan
Pendekatan yang di gunakan dalam karya tulis ini adalah deskriptif kualitatif berdasarkan kajian pustaka. Pemilihan pendekatan ini di harapkan dapat memberi gambaran secara cermat mengeni keadaan atau gejala tertentu pada objek kajian. Dalam hal ini penulisan berusaha membuat deskripsi tentang penyebab putus sekolah dan factor penngananya.
b.    Sumber penulisan
Dalam penulisan karya ilmiah ini kami mencari dari buku-buku dan artikel yang ada dalam internet selain itu kami juga mengadakan observasi, wawancara dan dokumentasi guna memperkuat dalam penulisan karya Ilmiah ini.
c.    Sasaran penulisan
Sasaran yang kami tuju dalam penulisan karya ilmiah ini adalah anak putus sekolah yang ada di Indonesia pada umumnya di Jawa Tengah pada khususnya yakni dengan cara pemberian sekolah kusus dan pemberian sarana belajar.
d.    Tahapan Penulisan
Tahap tahap dalam penulisan ini sendiri secara umum dapat di sebutkan sebagai berikut :
1.    Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penyusunan karya tulis ini adalah :
a.    observasi
Langkah pertama yang kami lakukan dalam pengumpulan data adalah melakukan observasi di salah satu obyek wisata kecil yakni sendang coyo guna mengetahui potensi yang terdapat didaerahsendang coyo. Selain itu observasi yang kami lakukan juga bertujuan untuk mengkaji seberapa besar  obyek wisata sendang coyo mampu menarik minat masyarakat.
b.    Wawancara
Selain observasi kami juga mengadakan wawancara terhadap pihak terkait guna menjadi sumber pendukung dalam penulisan karya ilmiah ini.
c.    Dokumentasi
Pada tahap ini penulis melakukan pengumpulan data dengan cara observasi pada obyek wisata tersebut dan mendokumentasikannya sebagai sumber kajian dalam penulisan karya ilmiah.
d.    Studi pustaka
Berdasarkan permasalahan yang muncul maka penulis melakukan pencarian sumber-sumber pustaka yang relevan dengan tema yang kami ambil yang kami unduh dari internet. Sumber-sumber pustaka yang diperoleh kemudian dipelajari dan dituangkan dalam kajian pustaka sebagai teori yang mendasari pembahasan dan permasalahan yang di kaji.
2.    Menemukan dan Merumusan Masalah
Berdasarkan kajian pustaka dan ovservasi yang kami laksanakan, tim kami berhasil mengamati dan menemukan gagasan yakni memanfaatkan ke budayaan sebagai salah satu alternative pengembangan potensi obyek wisata.
3.    Analisis Data
Kegiatan analisis dilkukan dengan pendekatan teoritik berdasarkan hasil kajian pustaka. Proses analisisa data yang di lakukan dalam penulisan karya tulis ini mencakup reduksi data dan sajian  data.
Analisis reduksi data dilakukan dengan menyeleksi, menfokuskan, dan menyederhanakan yang telah diperoleh  berdasarkan sumber pustaka.  Analisis ini dilakukan guna mempertegas, meringkas, memfokuskan dan membuang data yang tidak penting agar kesimpulan dapat diambil.
Setelah melakukan reduksi data kemudian penulis melaksanakan tahap sajian data. Pada tahap ini penulis melaksanakan tahap sajian data. Pada tahap ini penulis menyusunn informasi hasil dari tahap reduksi data kemudian menyajikannya secara lengkap baik data yang di peroleh dari studi pustaka, maupun dokumentasi kemudian dianalisis sesuai dengan ketegori dalam permasalahan yang ada guna memperoleh data yang jelas dan sistematis. Data ini kemudian di gunakan sebagai rujukan dalam pembahasan dan penarikan simpulan.
4.    Merumuskan pemecahan masalah
Langkah ini merupakan solusi dari tim kami atas rumusan masalah yang ada dan kami menyusun semua ini secara sistematis.
5.    Penarikan Kesimpulan dan Saran
Pada tahap penarikan kesimpulan dan saran penulis menggunakan teknis induksi berdasarkan uraian pada pembahasan. Berdasarkan pembahasan pula, penulis merumuskan beberapa saran agar pihak-pihak yang terkait dapat mempertimbangkan solusi permasalahan untuk dapat di realisasikan.
E.    Kesimpulan

Rumah merupakan tempat tinggal bagi manusia yang ada di bumi, karena rumah adalah salah satu tempat yang bisa melindungi orang-orang yang ada tinggal di dalamnya dari panasmatahari maupun hujan, dan sebagainya.
Rumah masa depan adalah  rumah yang di susun dengan signifikan ini akan memberikan solusi yang sangat jauh berbeda.
Berbeda dengan rumah yang pada umumnya, dengan atap yang terbuat dari genting, asbes atau seng. Karena atapnya terbuat dari bahan tersebut, maka suhu dalam ruangan kurang agak nyaman oleh penyerapan panas matahari yang tidak bisa maksimal. Dengan rumah masa depan ini membuat suhu dalam ruangan jadi amat sejuk, karena atap yang berisikan tanah. Mengapa harus tanah? Dengan tanah, maka sinar matahari akan terfilter sehingga panasnya tidak masuk sepenuhnya dalam ruangan.
Selain memberikan kesejukan dalam ruangan, atap ini bisa di hiasi berbagai tanaman, membuat atap rumah menjadi lebih indah. Berdasarkan uraian di atas rumah masa depan sebagai alternative yang baik dan ramah bagi lingkungan.

F.    Refrensi
1.    Pengertian dan Fungsi rumah
a.    Pengertian Rumah
Rumah Secara umum, dapat diartikan sebagai tempat untuk berlindung atau bernaung dari pengaruh keadaan alam sekitarnya ( Hujan, Matahari, dll ) Serta merupakan tempat beristirahat setelah bertugas untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari. Namun, pengertian rumah juga dapat ditinjau lebih jauh secara fisik dan psikologis.
1.    Secara Fisik
Dari segi fisik rumah berarti suatu bangunan tempat kembali dari berpergian, bekerja, tempat tidur dan beristirahat memulihkan kondisi fisik dan mental yang letih dari melaksanakan tugas sehari-hari.
2.    Secara Psikologis
Ditinjau dari segi psikologis rumah berarti suatu tempat untuk tinggal dan untuk melakukan hal-hal tersebut di atas, yang tentram, damai, menyenangkan bagi penghuninya.rumah dalam pengertian psikologis ini lebih mengutamakan situasi dan suasana daripada kondisi dan keadaan fisik rumah itu sendiri.
3.    Pengertian Rumah Tinggal Sederhana/ Tak Bertingkat
Rumah tinggal sederhana adalah tempat tinggal berlantai satu untuk berlindung dan bernaung dari pengaruh keadaan alam sekitarnya yang secara fisik tidak mengandung unsur-unsur kemewahan, namun tidak juga mengenyampingkan keindahan atau estetika.

b.    Fungsi Rumah Tinggal
1.    Untuk melindungi manusia dari pengaruh sekitar ( Alam )
2.    Sebagai tempat beristirahat/ tidur setelah beraktifitas
3.    Sebagai wadah untuk aktifitas-aktifitas harian manusia. seperti : mandi, makan, masak, dll.

c.    Syarat Rumah Tinggal
1.    Aksebilitas
·         Kebutuhan transportasi terpenuhi dengan mudah dan murah.
·         Jarak tempat ke fasilitas umum mudah dan cepat
·         Jalan menuju lokasi kualitasnya cukup baik, aman, dan nyaman hendaknya lancar.
2.    Lingkungan
·         Kesehatan lingkungan terpenuhi. misalnya : Jauh dari polusi ( Pabrik maupun kendaraan umum )
·         Penataan lingkungan cukup asri dan alami
·         Cukup ruang terbuka. misalnya : taman atau komunitas
·         prasarana dan sarana memadai. misalnya : jalan lingkungan, tempat-tempat ibadah, olahraga, taman, sekolah dll.
3.    Secara fisik rumah itu sendiri harus
·         Sesuai dengan organisasikeluarga
·         Sehat
·         Nyaman
·         Aman

2.    Pengertian Dan Fungsi Tanah
a.      Pengertian dan Jenis Tanah beserta Fungsinya.
Pengertian tanah menurut Ensiklopedi Indonesia adalah campuran bagian - bagian batuan dengan material serta bahan organik yang merupakan sisa kehidupan yang timbul pada permukaan bumi akibat erosi dan pelapukan karena proses waktu. Definisi tanah dari waktu ke waktu mengalami pengembanga sebagai berikut.
1.    Definisi Tanah Berdasarkan Pendekatan Ahli Geologi
Ahli geologi akhir abad XIX mendefinisikan tanah sebagai lapisan permukaan bumi yang berasal dari bebatuan yang telah mengalami serangkaian pelapukan oleh gaya-gaya alam, sehingga membentuk regolit yaitu lapisan partikel halus.
2.    Definisi Tanah Berdasarkan Pendekatan Pedologi
Pada tahun 1870 seorang ahli pedologi yaitu Dokuchaev mendefinisikan tanah sebagai bahan padat (bahan mineral atau bahan organik) yang terletak dipermukaan, yang telah dan sedang serta terus menerus mengalami perubahan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor : (1) bahan induk, (2) iklim, (3) organisme, (4) topografi, dan (5) waktu.
3.    Definisi Tanah Berdasarkan Pendekatan Edaphologi
Seorang ahli edaphologi dari Inggris bernama Dr. H. L. Jones mendefiniskan tanah sebagai media tumbuh tanaman.
4.    Definisi Tanah Berdasarkan Pendekatan Ilmu Tanah Terkini
Pada tahun 2005 seorang doktor ilmu tanah dari Indonesia bernama Hanafiah mendefiniskan tanah secara lebih komperhensif bahwa tanah adalah lapisan permukaan bumi yang secara fisik berfungsi sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran penopang tumbuh tegaknya tanaman dan menyuplai kebutuhan air dan udara; secara kimiawi berfungsi sebagai gudang hara dan sumber penyuplai hara atau nutrisi (meliputi: senyawa organik dan anorganik sederhana dan unsur-unsur essensial seperti N, P, K, Ca, Mg, S, Cu, Zn, Fe, Mn, B, dan Cl); dan secara biologi berfungsi sebagai habitat biota (organisme) yang berpartisipasi aktif dalam penyediaan hara tersebut dan zat-zat aditif (pemacu tumbuh, proteksi) bagi tanaman, yang ketiganya secara integral mampu menunjang produktivitas tanah untuk menghasilkan biomass dan produksi baik tanaman pangan, tanaman obat-obatan, industri perkebunan, maupun kehutanan.

b.      Jenis-Jenis Tanah
1.    Tanah Humus
Tanah yang sangat subur berasal dari pelapukan daun dan batang di hutan hujan tropis yang lebat.
2.    Tanah Pasir
Tanah yang kurang baik bagi pertanian.Terbentuk dari pelapukan batuan beku serta sedimen yang memiliki butir kasar dan berkerikil.
3.    Tanah Aluvial
Tanah yang dibentuk dari lumpur sungai yang mengedap di dataran rendah.
4.    Tanah Podzolit
Tanah subur yang pada umumnya berada di pegunungan dengan curah hujan yang tinggi
5.    Tanah Vulkanik
Tanah yang terbentuk dari lapukan materi letusan gunung berapi dengan zat hara yang tinggi
6.    Tanah Laterit
Tanah yang tadinya subur menjadi tidak subur karena unsur hara pada tanah tersebut terbawa oleh air hujan.
7.    Tanah Mediteran
Tanah yang terbentuk dari pelapukan batuan yang kapur
8.    Tanah Gambut 
Tanah Yang terbentuk dari lapukan tumbuhan rawa

c.      Fungsi Tanah
Lima fungsi utama tanah adalah :
1.    Tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran tanaman.
2.    Penyedia kebutuhan primer tanaman (air, udara, dan unsur-unsur hara).
3.    Penyedia kebutuhan sekunder tanaman (zat-zat pemacu tumbuh, hormon, vitamin, asam-asam organik, antibiotik, toksin anti hama, dan enzim yang dapat meningkatkan ketersediaan hara) dan siklus hara.
4.    sebagai habitat biota tanah, baik yang berdampak positif karena terlibat langsung atau tak langsung dalam penyediaan kebutuhan primer dan sekunder tanaman tersebut, maupun yang berdampak negatif karena merupakan hama dan penyakit tanaman.
5.    lokasi pembangunan berbagai infrastruktur, seperti bangunan rumah, kantor, supermarket, jalan, terminal, stasiun dan bandara. 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar