RUMAH
MASA DEPAN SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF TEMPAT TINGGAL YANG NYAMAN DAN RAMAH
LINGKUNGAN
Abstrak
Rumah merupakan tempat tinggal bagi manusia yang
ada di bumi, karena rumah adalah salah satu tempat yang bisa melindungi
orang-orang yang ada tinggal di dalamnya.
Potensi yang di miliki oleh rumah sangatlah besar
akan tetapi pengolahan rumah hanyalah terbatas pada rumah-rumah yang sudah
berkembang saat ini, sedangkan rumah-rumah yang yang kecil cenderung kurang
mendapat perhatian dari pemerintah dan hal ini kurang di berdayakan dengan
baik. Dengan pengenalan rumah diharapkan mampu memberikan perkembangan kepada
masyarakat-masyarakat yang belum terkenal dimana hal ini di harapkan memiliki
manfaat yang mampu mengembangkan potensi rumah-rumah yang ada di bumi ini.
Dalam penulisan karya ilmiah ini kami menggunakan
pendekatan deskriptif kualitatif berdasarkan kajian kepustakaan dan dengan
pengumpulan data dengan mengadakan observasi,wawancara,dan kajian pustaka. Kami
menganalisis semua itu mencangkup reduksi data dan sajian data. Dengan hasil
bahwa pengembangan perumahan itu melalui sector mengenai tempat tinggal yang sangatlah
evektif. Kami berharap dukungan dari pemerintah dan masyarakat setempat guna
melancarkan rancangan kami.
A.
Pendahuluan
Rumah merupakan tempat
untuk berteduh atau berlindung dari panas, hujan, dan hawa dingin, tempat untuk
bersitirahat serta tempat berkumpul anggota keluarga. Rumah mempunyai berbagai
fungsi yang sama tergantung pada tujuan yang ingin dicapai yang berbeda antara
penghuni dan tergantung pada tempat dan waktu.
Teteapi kenyataanya rumah-rumah di Indonesia
tidak layak untuk di jadikan tempat tinggal/tempat hunian bagi masyarakat,
karena perumahan-perumahan yang ada rata-rata banyak yang kotor, kumuh, dan
sebagainya, karena tidak memperhatikan keadaan rumahnya sendiri.
Seiring kondisi iklim
khususnya Indonesia itu tropis, membuat suhu di Indonesia jadi terasa panas,
sehingga keaadaan panas ini menyebabkan
pemilik rumah banyak yang menggunakan AC untuk penyejuk ruangan. Tetapi di sisi
lain AC dapat menyebabkan dampak buruk bagi lingkungan. Semua itu kurang
efektif sehingga membuat saya ingin melakukan tindakan yang lebih efektif dan
optimal.
Khususnya
bagi daerah Jakarta, melihat kondisi di Jakarta banyak perumahan yang
berantakan, kotor, kumuh dan sebagainya. Saya ingin memberi sebuah perbedaan
yang lebih jauh bermanfaat bagi semua masyarakat di Indonesia khususnya daerah Jakarta , yaitu dengan
merubah system perumahan yang pada umumnya. Sesuai ide yang ingin saya terapkan
yaitu rumah tembok dengan atap dak cor yang di isi tanah. Hal ini memungkinkan
suhu dalam ruangan menjadi sejuk, karena yang jadi atapnya adalah tanah. Dengan
tanah itu panas matahari tidak masuk sepenuhnya dalam ruangan. Lebih jauh
pemanfaatan atap ini yaitu atap rumah tersebut bisa di tanami berbagai jenis
tnaman, lebih indah lagi bila atap tersebut di tanami rerumputan yang hijau.
Fungsi
lain dari rumah tersebut adalah sebagai media bercocok tanam. Seiring pertumbuhan
penduduk di wilayah Indonesia, penggunaan tanah sebagai media bercocok tanam
beralih fungsi menjadi tanah pemukiman. Maka takhayal di area persawahan
semakin sedikit. Maka atap rumah ini bisa di tanami berbagai tanaman. Sehingga
media bercocok tanam tidak hilang.
B.
Perumusan
Masalah
Bagaimana cara meciptakan
rumah yang sangat nyaman bagi pemiliknya serta ramah lingkungan. Serta
mewujudkan rumah idaman tanpa menguraangi lahan untuk sektor pertanian.
C.
Temuan
Baru
Negara INDONESIA adalah
daerah yang beriklim tropis.Sehingga daerahnya memiliki udara yang amat panas.
Melihat kondisi tersebut saya berinisiatif untuk memberi solusi yaitu rumah masa depan. Pada
umumnya,rumah tembok menggunakan atap rata/menggunakan genting hal ini kurang
efektif,karena sinar matahari kurang bias
terfilter. Sehingga membuat suhu didalam ruangan amat panas,membuat penghuni
rumah jadi tidak nyaman.
Rumah masa depan akan
membuat kondisi jauh lebih berbeda. Karena rumah masa depan memiliki banyak
kegunaan. Saya harap banyak yang menerapkan rumah masa depan ini. Adapun konsep
rumah masa depan yang saya susun adalah rumah tembok dengan dak cor di atasnya
di isi dengan tanah. Kenapa menggunakan tanah? tanah yang basah memiliki fungsi
sebagai filter yang menyerap panas sinar matahari. Dengan menggunakan tanah di
dak atap rumah,sinar matahari akan terfilter,sehingga radiasi dr panas yang di
pancarkan sinar matahari tidak masuk sepenuhnya dalam ruangan.
Asumsi pemikiran saya
bertolak pada penggunaan genting tanah. Saya pernah saya pernah melakukan observasi dengan membandingkan
rumah yang menggunaakan atap asbes,
seng, genting tanah. Ada pun hasilnya adalah rumah yang menggunakan atap
genting lebih sejuk di bandingkan dengan asbes ataupun seng fungsi lain dari
rumah masa depan adalah sebagai media bercocok tanam. Seiring pertumbuhan
penduduk di wilayah indonesia, penggunaan tanah sebagai bercocok tanam,
penggunaan tanah sebagai media bercocok tanam beralih fungsi menjadi tanah
pemukiman. Berhubung Negara Indonesia di kenal sebagai Negara agraris oleh
Negara-negara lain. Maka tak hayal di masa depan area persawahan semakin
sedikit. Sehingga media bercocok tanam tidak hilang tetapi berpindah tempat
sehinnga atap rumah tersebut bisa di tanami berbagai tanaman. Indonesia merupakan negara dengan tingkat biodiversitas
tertinggi kedua di dunia setelah Brazil. Fakta tersebut menunjukkan tingginya
keanekaragaman sumber daya alam hayati yang dimiliki Indonesia dan hal ini,
berdasarkan Protokol Nagoya, akan menjadi tulang punggung perkembangan ekonomi
yang berkelanjutan (green economy). Protokol Nagoya sendiri merumuskan tentang
pemberian akses dan pembagian keuntungan secara adil dan merata antara pihak
pengelola dengan negara pemilik sumber daya alam hayati, serta memuat
penjelasan mengenai mekanisme pemanfaatan kekayaan sumber daya alam tersebut.
Kekayaan alam di Indonesia yang melimpah terbentuk oleh beberapa faktor, antara
lain:
Dilihat dari sisi astronomi, Indonesia terletak pada daerah tropis yang memiliki curah hujan yang tinggi sehingga banyak jenis tumbuhan yang dapat hidup dan tumbuh dengan cepat.
Dilihat dari sisi astronomi, Indonesia terletak pada daerah tropis yang memiliki curah hujan yang tinggi sehingga banyak jenis tumbuhan yang dapat hidup dan tumbuh dengan cepat.
Tumbuhan yang bisa di
tanam di dak ini sangatlah berfariasi,dari tanaman rambat sampai tanaman
berbiji (asal tidak padi dan tanaman berpohon besar). Karena letaknya di atap
rumah maka memudahkan pemilik untuk merawat tanamannya.Hal ini memungkinkan
pemilik menanam tanaman bernilai ekonomi tinggi.Contoh : melon, semangka kotak,
dll. Mari kita renungkan dengan
Potensi Alam yang sangat besar sangat di sayangkan jika tidak ada yang mampu atau
mau mengolahnya. Para pemuda tani pun enggan untuk terjun ke sawah (jika pun
ada jumlahnya minim), hal ini dikarenakan hasil dari sawah kurang menjanjikan
di mata mereka, dan pertanian hasilnya tidak dapat dinikmati langsung, butuh
waktu untuk menunggu. Belum lagi kondisi desanya yang jauh dari infrastruktur
memadai, membuat mereka hengkang dari desanya. Seperti yang saya amati di
daerah saya tinggal di Jambon, jawa tangah, yang mana tenaga-tenaga di ladang
kalangan usia 40 tahun ke atas, dan menurut penuturan tokoh masyarakat setempat
banyak pemuda dan warga yang merantau, bahkan saking lamanya rumah-rumah yang
ditinggalkan dibiarkan roboh dimakan usia.
Keadaan panas di indonesia
menyebabkan pemilik rumah tembok menggunakan AC untuk penyejuk ruangan. Seperti
yang kita tahu AC memiliki dampak negatif bagi lingkungan, selain menyejukkan
ruangan AC juga menghasilkan zat Co2.dimana Co2 dapat menyebabkan lapisan ozon
yang ada di bumi tertutupi kerusakan ozon akan memiliki dampak yang luar biasa
bagi keadaan di bumi , seperti yang kita tahu ozon memiliki fungsi menyerap
radiasi sinar matahari . apabila ozon tertutupi maka radiasi sinar matahari
tidak dapat terserap secara maksimal . dampak dari keadaan tersebut yang kita
rasakan saat ini adalah bumi semakin panas .
Rumah masa depan akan
memberi solusi yang berbeda. Penggunaan tanah sebagai dakatas dan
memungkinkannya sebagai media tanaman akan memberi kesejukan pada ruangan .
secara secara singkat saya sudah menjelaskannya diatas. Lebih jaug penggunaan
da katas sebagai media tanaman yang membuat tanah basah,tanaman seperti yang
kita tau juga menghasilkan oksigen yang membuat lingkungan menjadi lebih sejuk.
Berbeda dengan AC yang menghasilkan CO2,
rumah masa depan ini menghasilkan O2 yang sangat baik untuk lingkungan di bumi.
Berdasarkan uraian di
atas, rumah masa depan adalah alternatif yang baik. Selain memberi kesejukan
terhadap rumah, rumah masa depan sangat bagus untuk lingkungan di bumi.
D.
Metode
Penelitian
a.
Pendekatan Penulisan
Pendekatan
yang di gunakan dalam karya tulis ini adalah deskriptif kualitatif berdasarkan
kajian pustaka. Pemilihan pendekatan ini di harapkan dapat memberi gambaran secara
cermat mengeni keadaan atau gejala tertentu pada objek kajian. Dalam hal ini
penulisan berusaha membuat deskripsi tentang penyebab putus sekolah dan factor
penngananya.
b.
Sumber penulisan
Dalam
penulisan karya ilmiah ini kami mencari dari buku-buku dan artikel yang ada
dalam internet selain itu kami juga mengadakan observasi, wawancara dan
dokumentasi guna memperkuat dalam penulisan karya Ilmiah ini.
c.
Sasaran penulisan
Sasaran
yang kami tuju dalam penulisan karya ilmiah ini adalah anak putus sekolah yang
ada di Indonesia pada umumnya di Jawa Tengah pada khususnya yakni dengan cara
pemberian sekolah kusus dan pemberian sarana belajar.
d.
Tahapan Penulisan
Tahap
tahap dalam penulisan ini sendiri secara umum dapat di sebutkan sebagai berikut
:
1.
Pengumpulan Data
Teknik
pengumpulan data yang digunakan dalam penyusunan karya tulis ini adalah :
a.
observasi
Langkah
pertama yang kami lakukan dalam pengumpulan data adalah melakukan observasi di
salah satu obyek wisata kecil yakni sendang coyo guna mengetahui potensi yang
terdapat didaerahsendang coyo. Selain itu observasi yang kami lakukan juga
bertujuan untuk mengkaji seberapa besar obyek wisata sendang coyo mampu menarik minat
masyarakat.
b.
Wawancara
Selain
observasi kami juga mengadakan wawancara terhadap pihak terkait guna menjadi
sumber pendukung dalam penulisan karya ilmiah ini.
c.
Dokumentasi
Pada
tahap ini penulis melakukan pengumpulan data dengan cara observasi pada obyek
wisata tersebut dan mendokumentasikannya sebagai sumber kajian dalam penulisan
karya ilmiah.
d.
Studi pustaka
Berdasarkan
permasalahan yang muncul maka penulis melakukan pencarian sumber-sumber pustaka
yang relevan dengan tema yang kami ambil yang kami unduh dari internet.
Sumber-sumber pustaka yang diperoleh kemudian dipelajari dan dituangkan dalam
kajian pustaka sebagai teori yang mendasari pembahasan dan permasalahan yang di
kaji.
2.
Menemukan dan Merumusan Masalah
Berdasarkan
kajian pustaka dan ovservasi yang kami laksanakan, tim kami berhasil mengamati
dan menemukan gagasan yakni memanfaatkan ke budayaan sebagai salah satu
alternative pengembangan potensi obyek wisata.
3.
Analisis Data
Kegiatan
analisis dilkukan dengan pendekatan teoritik berdasarkan hasil kajian pustaka.
Proses analisisa data yang di lakukan dalam penulisan karya tulis ini mencakup
reduksi data dan sajian data.
Analisis
reduksi data dilakukan dengan menyeleksi, menfokuskan, dan menyederhanakan yang
telah diperoleh berdasarkan sumber
pustaka. Analisis ini dilakukan guna
mempertegas, meringkas, memfokuskan dan membuang data yang tidak penting agar
kesimpulan dapat diambil.
Setelah
melakukan reduksi data kemudian penulis melaksanakan tahap sajian data. Pada
tahap ini penulis melaksanakan tahap sajian data. Pada tahap ini penulis
menyusunn informasi hasil dari tahap reduksi data kemudian menyajikannya secara
lengkap baik data yang di peroleh dari studi pustaka, maupun dokumentasi
kemudian dianalisis sesuai dengan ketegori dalam permasalahan yang ada guna
memperoleh data yang jelas dan sistematis. Data ini kemudian di gunakan sebagai
rujukan dalam pembahasan dan penarikan simpulan.
4.
Merumuskan pemecahan masalah
Langkah
ini merupakan solusi dari tim kami atas rumusan masalah yang ada dan kami
menyusun semua ini secara sistematis.
5.
Penarikan Kesimpulan dan Saran
Pada
tahap penarikan kesimpulan dan saran penulis menggunakan teknis induksi
berdasarkan uraian pada pembahasan. Berdasarkan pembahasan pula, penulis
merumuskan beberapa saran agar pihak-pihak yang terkait dapat mempertimbangkan
solusi permasalahan untuk dapat di realisasikan.
E.
Kesimpulan
Rumah merupakan tempat tinggal bagi manusia yang
ada di bumi, karena rumah adalah salah satu tempat yang bisa melindungi
orang-orang yang ada tinggal di dalamnya dari panasmatahari maupun hujan, dan
sebagainya.
Rumah masa depan adalah rumah yang di susun dengan signifikan ini akan
memberikan solusi yang sangat jauh berbeda.
Berbeda dengan rumah yang pada
umumnya, dengan atap yang terbuat dari genting, asbes atau seng. Karena atapnya
terbuat dari bahan tersebut, maka suhu dalam ruangan kurang agak nyaman oleh
penyerapan panas matahari yang tidak bisa maksimal. Dengan rumah masa depan ini
membuat suhu dalam ruangan jadi amat sejuk, karena atap yang berisikan tanah.
Mengapa harus tanah? Dengan tanah, maka sinar matahari akan terfilter sehingga
panasnya tidak masuk sepenuhnya dalam ruangan.
Selain memberikan kesejukan dalam
ruangan, atap ini bisa di hiasi berbagai tanaman, membuat atap rumah menjadi
lebih indah. Berdasarkan uraian di atas rumah masa depan sebagai alternative
yang baik dan ramah bagi lingkungan.
F.
Refrensi
1.
Pengertian
dan Fungsi rumah
a. Pengertian Rumah
Rumah
Secara umum, dapat diartikan sebagai tempat untuk berlindung atau bernaung dari
pengaruh keadaan alam sekitarnya ( Hujan, Matahari, dll ) Serta merupakan
tempat beristirahat setelah bertugas untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari.
Namun, pengertian rumah juga dapat ditinjau lebih jauh secara fisik dan psikologis.
1.
Secara
Fisik
Dari
segi fisik rumah berarti suatu bangunan tempat kembali dari berpergian,
bekerja, tempat tidur dan beristirahat memulihkan kondisi fisik dan mental yang
letih dari melaksanakan tugas sehari-hari.
2.
Secara
Psikologis
Ditinjau dari segi psikologis rumah
berarti suatu tempat untuk tinggal dan untuk melakukan hal-hal tersebut di
atas, yang tentram, damai, menyenangkan bagi penghuninya.rumah dalam pengertian
psikologis ini lebih mengutamakan situasi dan suasana daripada kondisi dan keadaan
fisik rumah itu sendiri.
3.
Pengertian
Rumah Tinggal Sederhana/ Tak Bertingkat
Rumah tinggal sederhana adalah tempat
tinggal berlantai satu untuk berlindung dan bernaung dari pengaruh keadaan alam
sekitarnya yang secara fisik tidak mengandung unsur-unsur kemewahan, namun
tidak juga mengenyampingkan keindahan atau estetika.
b. Fungsi Rumah Tinggal
1. Untuk melindungi manusia dari pengaruh
sekitar ( Alam )
2. Sebagai tempat beristirahat/ tidur
setelah beraktifitas
3. Sebagai wadah untuk
aktifitas-aktifitas harian manusia. seperti : mandi, makan, masak, dll.
c. Syarat Rumah Tinggal
1.
Aksebilitas
·
Kebutuhan
transportasi terpenuhi dengan mudah dan murah.
·
Jarak
tempat ke fasilitas umum mudah dan cepat
·
Jalan
menuju lokasi kualitasnya cukup baik, aman, dan nyaman hendaknya lancar.
2.
Lingkungan
·
Kesehatan
lingkungan terpenuhi. misalnya : Jauh dari polusi ( Pabrik maupun kendaraan
umum )
·
Penataan
lingkungan cukup asri dan alami
·
Cukup
ruang terbuka. misalnya : taman atau komunitas
·
prasarana
dan sarana memadai. misalnya : jalan lingkungan, tempat-tempat ibadah,
olahraga, taman, sekolah dll.
3.
Secara
fisik rumah itu sendiri harus
·
Sesuai
dengan organisasikeluarga
·
Sehat
·
Nyaman
·
Aman
2.
Pengertian
Dan Fungsi Tanah
a.
Pengertian dan Jenis Tanah beserta Fungsinya.
Pengertian tanah menurut Ensiklopedi Indonesia
adalah campuran bagian - bagian batuan dengan material serta bahan organik yang
merupakan sisa kehidupan yang timbul pada permukaan bumi akibat erosi dan
pelapukan karena proses waktu. Definisi tanah dari waktu ke waktu mengalami pengembanga
sebagai berikut.
1.
Definisi Tanah Berdasarkan Pendekatan Ahli Geologi
Ahli geologi akhir abad XIX mendefinisikan tanah
sebagai lapisan permukaan bumi yang berasal dari bebatuan yang telah mengalami
serangkaian pelapukan oleh gaya-gaya alam, sehingga membentuk regolit yaitu
lapisan partikel halus.
2.
Definisi Tanah Berdasarkan Pendekatan Pedologi
Pada tahun 1870 seorang ahli pedologi yaitu
Dokuchaev mendefinisikan tanah sebagai bahan padat (bahan mineral atau bahan
organik) yang terletak dipermukaan, yang telah dan sedang serta terus menerus
mengalami perubahan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor : (1) bahan induk, (2)
iklim, (3) organisme, (4) topografi, dan (5) waktu.
3.
Definisi Tanah Berdasarkan Pendekatan Edaphologi
Seorang ahli edaphologi dari Inggris bernama Dr. H.
L. Jones mendefiniskan tanah sebagai media tumbuh tanaman.
4.
Definisi Tanah Berdasarkan Pendekatan Ilmu Tanah
Terkini
Pada tahun 2005 seorang doktor ilmu tanah dari
Indonesia bernama Hanafiah mendefiniskan tanah secara lebih komperhensif bahwa
tanah adalah lapisan permukaan bumi yang secara fisik berfungsi sebagai tempat
tumbuh dan berkembangnya perakaran penopang tumbuh tegaknya tanaman dan
menyuplai kebutuhan air dan udara; secara kimiawi berfungsi sebagai gudang hara
dan sumber penyuplai hara atau nutrisi (meliputi: senyawa organik dan anorganik
sederhana dan unsur-unsur essensial seperti N, P, K, Ca, Mg, S, Cu, Zn, Fe, Mn,
B, dan Cl); dan secara biologi berfungsi sebagai habitat biota (organisme) yang
berpartisipasi aktif dalam penyediaan hara tersebut dan zat-zat aditif (pemacu
tumbuh, proteksi) bagi tanaman, yang ketiganya secara integral mampu menunjang
produktivitas tanah untuk menghasilkan biomass dan produksi baik tanaman
pangan, tanaman obat-obatan, industri perkebunan, maupun kehutanan.
b.
Jenis-Jenis Tanah
1.
Tanah Humus
Tanah yang sangat subur berasal dari pelapukan daun
dan batang di hutan hujan tropis yang lebat.
2.
Tanah Pasir
Tanah yang kurang baik bagi pertanian.Terbentuk
dari pelapukan batuan beku serta sedimen yang memiliki butir kasar dan
berkerikil.
3.
Tanah Aluvial
Tanah yang dibentuk dari lumpur sungai yang
mengedap di dataran rendah.
4.
Tanah Podzolit
Tanah subur yang pada umumnya berada di pegunungan
dengan curah hujan yang tinggi
5.
Tanah Vulkanik
Tanah yang terbentuk dari lapukan materi letusan
gunung berapi dengan zat hara yang tinggi
6.
Tanah Laterit
Tanah yang tadinya subur menjadi tidak subur karena
unsur hara pada tanah tersebut terbawa oleh air hujan.
7.
Tanah Mediteran
Tanah yang terbentuk dari pelapukan batuan yang
kapur
8.
Tanah Gambut
Tanah Yang terbentuk dari lapukan tumbuhan rawa
c.
Fungsi Tanah
Lima fungsi utama tanah adalah :
1.
Tempat
tumbuh dan berkembangnya perakaran tanaman.
2.
Penyedia
kebutuhan primer tanaman (air, udara, dan unsur-unsur hara).
3.
Penyedia
kebutuhan sekunder tanaman (zat-zat pemacu tumbuh, hormon, vitamin, asam-asam
organik, antibiotik, toksin anti hama, dan enzim yang dapat meningkatkan
ketersediaan hara) dan siklus hara.
4.
sebagai
habitat biota tanah, baik yang berdampak positif karena terlibat langsung atau
tak langsung dalam penyediaan kebutuhan primer dan sekunder tanaman tersebut,
maupun yang berdampak negatif karena merupakan hama dan penyakit tanaman.
5.
lokasi
pembangunan berbagai infrastruktur, seperti bangunan rumah, kantor,
supermarket, jalan, terminal, stasiun dan bandara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar