Senin, 19 Agustus 2013

Pemberdayaan Wisata Lokal Air Terjun Widuri Dengan Otonomi Daerah.

PENDAHULUAN


Latar belakang

        Negara Indonesia merupakan Negara yang kaya akan kekayaan dan keindahan alamnya. Begitu kayanya Indonesia akan keindahan dan kekayaan alamya hingga kita tidak bisa menghitung jumlahnya dan menilai harganya. Bentangan alam Indonesia dari sabang sampai merauke dan membujur dari miangga sampai rote mengundang kekaguman bagi setiap orang yang melihatnya.
        Kekayaan sumber daya alam hayati dan ekosistemnya yang terdiri dari sumberdaya hewani, nabati, gejala dan keunikan alam atau keindahan alam yang dimiliki oleh bangsa Indonesia merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa
Potensi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya tersebut, perlu dikembangkan dan dimanfaatkan untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat tanpa melupakan upaya konservasi sehingga tetap tercapai keseimbangan antara perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan yang lestari.
Pemanfaatan potensi sumberdaya alam Flora dan fauna serta jasa lingkungannya di kawasan Pelestarian Alam dan Hutan Lindung mengacu kepada prinsip-prinsip social forest management yang dalam pemanfaatannya berazaskan kelestarian ekologi, social dan ekonomi
Pemanfaatan yang tidak memperhatikan faktor kelestarian fungsi hutan, akan menimbulkan laju degradasi hutan. Sebagai illustrasi angka deforestrasi mencapai 1, 6 juta hektar per tahun.
Potensi jasa lingkungan hutan baik langsung ataupun tidak langsung dapat dimanfaatkan secara terukur dan tidak terukur oleh manusia antara lain untuk : wisata alam, pemanfaatan sumberdaya air, supply oksigen, perlindungan system hidrologis dan carbon offset (Pedoman Inventarisasi Jasa Lingkungan, Ditjen PHKA, 2003.)
Sejalan dengan perkembangan kebutuhan pariwisata alam, maka kawasan Pelestarian alam seperti Taman Nasional, Taman Hutan Raya dan taman Wisata Alam yang memiliki gejala keunikan alam, keindahan alam, keanekaragaman flora dan faunanya sangat potensial untuk dikembangkan sebagai objek dan daya tarik wisata alam, disamping sebagai wahana penelitian, pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Agar objek dan daya tarik wisata dapat dimanfaatkan secara nyata diperlukan modal dan teknologi yang memadai, serta untuk menjaga kelestariannya diperlukan pengelolaan yang arif agar tidak menimbulkan dampak negative terhadap lingkungan kawasan dan social budaya masyarakat sekitar.
Pemanfaatan jasa lingkungan untuk kepentingan wisata alam, perlu memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan pariwisata alam yakni konservasi, edukasi, ekonomi, rekreasi dan peran / partisipasi masyarakat.
Bersyukurlah kita tinggai di Indonesia yang kaya akan kekayaan alamnya. “Gemah ripah loh jinawi’ mungkin itu adalah ungkapan yang menggambarkan kekayan alam Indonesia yang tak terhitung itu. Dari berbagai kekayaan alam itu banyak sekali yang memiliki potensi wisata. Diman temapat itu menjadi tujuan orang berkunjung bersama keluarga.
Oryek wisata adaah tempat tujuan manusia untuk menghibur diri dan menghilangkan kepenatan. Objek wisata biasanya menjadi tujuan manusia mengisi waktu luang atau liburan bersama keluarga atau rekan kerja.
Kebanyaan dari mereka mencari obyek wisata adalah obyek yang menggambarkan panorama alam yang indah, fasilitas yang layak dan transportasi yang mudah. Sehinngga hal tersebut bisa emacu seseorang untuk kembali lagi mengunjunginya.
Ditengah beban pekerjaan yang berar dan kesibukan aktuvitas manusia yang mengkibatkan setres, manusia perlu dengan yang namanya rifresing atau penyegaran. Kebmyakan hal itu dilakukan manusia dengan menuju obyek wisata baik dalam atau luar Negeri hanya sekedar melepas penat bersama keluarga.
Begitu mahal harga wisata yang memuaskan hingga manusia rela mengeluarkan tak sedidit uang untuk mendapatkanya. Ditengah kesibukan orang dalam bekerja wisata local menjadi alternative tujuan manusia untuk sekedar mengisi waktu luang bersama keluarga.

Uraian singkat

Otonomi daerah merupakan kebijakan yang diberikan pemerintah pusat kepada daerah untuk mengembanngkan potensi daerah agar dengan potensi tersebut suatu daerah bisa maju.
Dengan adanya otonomi daerah dan menjawab venomena diatas kami mengangkat judul             dimana didaerah-daerah banyak objek-objek wisata yang begitu indah tetapi tidak mendapatkan perhatian.

Tujuan dan manfaat

  1. Menkaji prospek pengembangan objek wisata widuri.
  2. Mendeskripsikan strategi pengembangan objek wisata widuri .
  3. Mengkaji dampak pengembangan objek wisata widuri.


TELAAH PUSTAKA

Obyek Wisata
        Menurut Undang-undang Nomor 9 Tahun 1990 tentang Kepariwisataan Bab I Pasal 1 ; dinyatakan bahwa wisata adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati obyek dan daya tarik wisata

Jadi pengertian wisata mengandung unsur yaitu :
1.      Kegiatan perjalanan;
2.      Dilakukan secara sukarela;
3.      Bersifat sementara;
4.      Perjalanan itu seluruhnya atau sebagian bertujuan untuk menikmati obyek dan daya tarik wisata.

            Pengertian objek dan daya tarik wisata menurut Undang-undang Nomor 9 Tahun 1990 yaitu yang menjadi sasaran perjalanan wisata yang meliputi :
1.      Ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, yang berwujud keadaan alam serta flora dan fauna, seperti : pemandangan alam, panorama indah, hutan rimba dengan tumbuhan hutan tropis, serta binatang-binatang langka.
2.      Karya manusia yang berwujud museum, peninggalan purbakala, peninggalan sejarah, seni budaya, wisata agro (pertanian), wisata tirta (air), wisata petualangan, taman rekreasi, dan tempat hiburan.
3.      Sasaran wisata minat khusus, seperti : berburu, mendaki gunung, gua, industri dan kerajinan, tempat perbelanjaan, sungai air deras, tempat-tempat ibadah, tempat-tempat ziarah dan lain-lain.
                                                            .
            Pariwisata adalah kegiatan melakukan perjalanan dengan tujuan mendapatkan kenikmatan, mencari kepuasan, mengetahui sesuatu, memperbaiki kesehatan, menikmati olahraga atau istirahat, menunaikan tugas, berziarah dan lain-lain (James J.Spillane,1982:20)
            Pariwisata adalah salah satu jenis industri baru yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi dan penyediaan lapangan kerja, peningkatan penghasilan, standar hidup serta menstimulasi sektor-sektor produktif lainnya. Selanjutnya, sebagai sektor yang komplek, pariwisata juga merealisasi industri-industri klasik seperti industri kerajinan tangan dan cinderamata, penginapan dan transportasi (Menurut Salah Wahab,1975:55)
Sedangkan pengertian Kepariwisataan menurut Undang-undang Nomor 9 Tahun 1990 pada bab I pasal 1, bahwa Kepariwisataan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan penyelenggaraan pariwisata. Artinya semua kegiatan dan urusan yang ada kaitannya dengan perencanaan, pengaturan, pelaksanaan, pengawasan, pariwisata baik yang dilakukan oleh pemerintah, pihak swasta dan masyarakat disebut Kepariwisataan.
Kepariwisataan juga dapat memberikan dorongan langsung terhadap kemajuan kemajuan pembangunan atau perbaikan pelabuhan pelabuhan (laut atau udara), jalan-jalan raya, pengangkutan setempat,program program kebersihan atau kesehatan, pilot proyek sasana budaya dan kelestarian lingkungan dan sebagainya. Yang kesemuanya dapat memberikan keuntungan dan kesenangan baik bagi masyarakat dalam lingkungan daerah wilayah yang bersangkutan maupun bagi wisatawan pengunjung dari luar. Kepariwisataan juga dapat memberikan dorongan dan sumbangan terhadap pelaksanaan pembangunan proyek-proyek berbagai sektor bagi negara-negara yang telah berkembang atau maju ekonominya, dimana pada gilirannya industri pariwisata merupakan suatu kenyataan ditengah-tengah industri lainnya. (Nyoman S. Pendit,2003:33).

Otonomi Daerah
Onomi daerah adalah kewenangan daerah otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Pengertian "otonom" secara bahasa adalah "berdiri sendiri" atau "dengan pemerintahan sendiri". Sedangkan "daerah" adalah suatu "wilayah" atau "lingkungan pemerintah". Dengan demikian pengertian secara istilah "otonomi daerah" adalah "wewenang/kekuasaan pada suatu wilayah/daerah yang mengatur dan mengelola untuk kepentingan wilayah/daerah masyarakat itu sendiri." Pengertian yang lebih luas lagi adalah wewenang/kekuasaan pada suatu wilayah/daerah yang mengatur dan mengelola untuk kepentingan wilayah/daerah masyarakat itu sendiri mulai dari ekonomi, politik, dan pengaturan perimbangan keuangan termasuk pengaturan sosial, budaya, dan ideologi yang sesuai dengan tradisi adat istiadat daerah lingkungannya.
Pelaksanaan otonomi daerah dipengaruhi oleh faktor-faktor yang meliputi kemampuan si pelaksana, kemampuan dalam keuangan, ketersediaan alat dan bahan, dan kemampuan dalam berorganisasi.
Otonomi daerah tidak mencakup bidang-bidang tertentu, seperti politik luar negeri, pertahanan keamanan, peradilan, moneter, fiskal, dan agama. Bidang-bidang tersebut tetap menjadi urusan pemerintah pusat. Pelaksanaan otonomi daerah berdasar pada prinsip demokrasi, keadilan, pemerataan, dan keanekaragama


METODE PENULISAN

Pendekatan penulisan
Karya tulis ini menggunakan metode deskriptif kualitatif sebagai pendekatan penulisan.Menurut baghdan dan taylor dalam moeleong(2003 ;3),metode kualitatif memanfaatkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan objek yang di amati,Artinya permasalahan yang akan di bahas dalam karya tulis ini tidak berkenaan dengan angka-angka melainkan uraian-uraian berupa gambaran hasil pengamatan dan di gunakan untuk membahas permasalahan yang di kaji.

Sasaran penulisan
Sasaran penulisan ini adalah peran pemerintah sekitar dalam mengembangkan objek wisata air terjun ini.Serta peran penduduk sekitar dalam mengelola objek wisat yang ada.

Sumber data
Sumber penulisan karya tulis ini di peroleh dari dua sumber yaitu sumberdata primer dari hasil wawancara dengan pihak-pihak yang terkait.Selain itu juga dari sumber data sekunder dengan teknik kajian pustska yang di peroleh dari buku ,surat kabar ,internet dan sebagainya yang relevan.

Langkah-Langkah Penulisan
Langkah-langkah yang kami lakukan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah :
1.      Menentukan atau memilih topic/ tema karangan
2.      Menentukan tujuan penulisan
3.      Menyusun kerangka tulis
4.      Mengumpulkan bahan tulis
5.      Mengembangkan kerangka tulis
Tahap Penulisan
Tahap tahap dalam penulisan ini sendiri secara umum dapat disebutkan sebagai berikut:
1.      Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penyusunan karya tulis ini adalah :
a.       Observasi
                              Langkah pertama yang kami lakukan dalam pengumpulan data adalah melakukan obervasi di salah satu obyek wisata kecil yakni sendang coyo guna mengetahui potensi yang terdapat didaerah sendang coyo. Selain itu observasi yang kami lakukan juga bertujuan untuk mengkaji seberapa besar obyek wisata sendng coyo mampu menarik minat masyarakat.
b.      Wawancara
                              Selain ovservasi kami juga mengadakan wawancara terhadap pihak terkait guna menjadi sumber pendukung dalam penulisan karya ilmiah ini.
c.       Dokumentasi
                              Pada tahap ini penulis melakukan pengumpulan data dengan cara observasi pada obyek wisata tersebut dan mendokumentasikannya sebagai sumber kajian dalam penulisan karya ilmiah.
d.      Studi Pustaka
                  Berdasarkan permasalahan yang muncul maka penulis melakukan pencarian sumber-sumber pustaka yang relevan dengan tema yang kami ambil dari artikel yang kami unduh dari internet. Sumber-sumber pustaka yang diperoleh kemudian dipelajari dan dituangkan dalam kajian pustaka sebagai teori yang mendasari pembahasan dan permasalahan yang dikaji.

2.      Menemukan dan Merumuskan Masalah
Berdasarkan kajian pustaka dan ovservasi yang kami laksanakan, tim kami berhasil mengamati dan menemukan gagasan yakni memanfaatkan kebudayaan sebagai salah satu alternatif pengembangan potensi obyek wisata. Dari perumusan masalah tesebut. Tim kami menganalisis bagaimana agar kebudayaan mampu menjadi salah satu alternaeif  pengembangan obyek wisata.

3.      Analisis Data
Kegiatan analisis dilakukan dengan pendekatan teoritik berdasarkan hasil kajian pustaka. Proses analisis data yang dilakukan dalam penulisan karya tulis ini mencakup reduksi data dan sajian data.
Analisis reduksi data dilakukan dengan menyeleksi, memfokuskan, dan menyederhanakan yang telah telah diperoleh berdasarkan sumber pustaka. Analisis ini dilakukan guna mempertegas, meringkas, memfokuskan dan membuang data yang tidak penting agar kesimpulan dapat diambil.
Setelah melakukan reduksi data kemudian penulis melaksanakan tahap sajian data. Pada tahap ini penulis menyusun informasi hasil dari tahap reduksi data kemudian menyajikannya secara lengkap baik data yang diperoleh dari studi pustaka, maupun dokumentasi kemudian dianalisis sesuai dengan kategori dalam permasalahan yang ada guna memperoleh data yang jelas dan sistematis. Data ini kemudian digunakan sebagai rujukan dalam pembahasan dan penarikan simpulan.

4.      Merumuskan Pemecahan Masalah
Langkah ini merupakan solusi dari tim kami atas rumusan masalah yang ada dan kami menyusun semu ini secara sistematis.

5.      Penarikan Kesimpulan dan Saran
Pada tahap penarikan Kesimpulan dan saran penulis menggunakan teknis induksi berdasarkan uraian pada pembahasan. Berdasarkan pembahasan pula, penulis merumuskan beberapa saran agar pihak-pihak yang terkait dapat mempertimbangkan solusi permasalahan untuk dapat direalisasikan.




PEMBAHASAN

Lokasi dan suasana air terjun widuri
Air Terjun Widuri terletak di Desa Kemadoh Batur, Kec. Tawangharjo kurang lebih 19 Km sebelah timur laut kota Purwodadi. Disekitar tempat ini terdapat 1 air terjun, yang memiliki tenggi kurang lebih 40 meter, dengan deburan air yang jernih, hijaunya pemandangan sekitar dan sejuknya udara menjadikan kawasan air terjun Widuri terlihat mempesona dan sangat indah.
Sementara itu disekelilingnya tumbuh pepohonan hijau sebagai tempat tinggalnya kera-kera hutan, yang tampak begitu asri. Selain sebagai objek wisata tempat ini juga menjadi bumi Perkemahan yang sangat luas, sehingga menambah daya tarik pengunjung, khususnya bagi para remaja yang memiliki jiwa petualang dan pecinta alam air terjun.
Objek wisata widuri sering di jadikan tempat untuk mencari inspirasi. Banyaknya orang yang datang membuat objek wisata air terjun widuri lumayan di kenal tetapi hanya di lingkungan ssekitar saja sebagai obyek wisata lokal.
Wisata alami ini belum mendapat polesan dari manusia sehingga alam masih sangat terlihat ilok dan udar masih tercium segar. Naturalnya tempat ini terlihat dari rimbunnya pohon-pohon didaerah sekitarnya. Di sekeliling objek wisata air terjun widuri terdapat hutan yang masih rimbun tanpa ada satupun kayu yang di tebangi. Untuk menuju objek wisata ini membutuhkan tenaga yang ekstra karena jalan menuju objek wisata ini masih rusak. Keadaan seperti ini dikarenaksn kurang mendapat perhatian dari pemerintah setempat. Hal ini terlihat dari masih rusaknya jalan menuju objek wisata tersebut, tidak adanya tempat peristirahatan bagi wisatawan yang berkunjung ketempat tersebut, tidak adanya tempat pembungan sampah sehingga pengunjung membuang sampah seenaknya.
Apabila objek wisata ini di kelola dengan baik maka dapat di pastikan banyak wisatawan yang dating menikmati keindahan wisata air terjun widuri. Pemerintah Kabupaten Grobogan seharusnya memberi perhatian yang lebih terhadap objek wisata ini, pemerintah bisa memulai dari memperbaiki akses jalan menuju objek wisata ini, bisa juga dengan mensosialisasikan objek wisata ini ke daerah-daerah lain agar lebih banyak lagi wisatawan dari luar daerah yang yang dating. Dengan demikian bisa menambah penghasilan untuk penduduk sekitar sehingga penduduk sekitar bisa menambah penghasilan.
Selain dari peran pemerintah juga di butuhkan peran dari penduduk sekitar. Penduduk sekitar bisa berdagang di objek wisata tersebut untuk menambah mata pencarian dan menjadi alternative pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Sebagian besar penduduk di daerah ini bermata pencaharian petani dan berkebun. Daerah yang begitu indah namun tidak di kelola dengan baik, sebenarnya objek wisata ini bisa menjadi alternatif untuk menambah penghasilan penduduk sekitar dan penghasilan daerah.
Pengembangan sector wisata di daerah Ngantru, Kecamatan  Wirosari, Kabupaten Grobogan ini tidak berjalan baik. Hal ini dikarena peran pemerintah yang kurang terhadap penanganan objek wisata air terjun widuri. Setidaknya pemerintah mau mempromosikan kedaerah lain agar obyek wisata air terjun widuri lebih terkenal.
Tapi sayangnya hingga saat ini objek wisata ini belum mendapat perhatian dari pemerintah mengenai pembangunan dan pengembangan seperti membangun home stay, fasiolitas umum, akses jalan ke berbagai sudut widuri, serta pengelolaan air bersihnya.

Strategi pengembangan objek wisata widuri

World tourism organization (WTO) telah menggariskan kebijakan pengembangan pariwisata berkelanjutan yang menitik beratkan pada tiga hal yaitu keberlanjutan alam, social, budaya ,dan ekonomi. Konsep ini secara jelas menjabarkan bahwa pengembangan pariwisata tidak boleh merusak alam(subadra 2008).
Selain itu dengan adanya otonomi daerah peluang daerah untuk mengembangakan daerahnya sendiri dengan potensi yang ada lebih dari mendukung untuk mengelola wisata ini. Seperti yang dijelaskan dalam latar belakng yakni kebutuhan manusia akan wisata semakin banyak sehingga pemanfaatan wisata local menjadi peran pentiing dalam menangani kebutuhan tersebut.
      Berikut ini kami memaparkan diskripsi pengembangan obyekwisata widuri sebagai olternatif wisata local yaitu
  1. Pembangunan dan pengadaan sarana transportasi
Hal ini menjadi hal yang terpenting dalam pengembangan obyek wisata mana pun. Aset jalan yang bagus menjadi daya tarik pertama bagi pengunjung untuk kembali datnag melihat panorama yang ada. Apabila hal ini tidak dilaksanakan seindah apapun tempat tersebut orang akan merasa malas berkunjung kedaerah tersebut karena keasaan jalan yang jelek. Akan tetapi sebaliknya, apabila sarana transportasi baik orang merasa nyaman dalam perjalanan ketempat tersebut dan diharapkan akan menjadi magnet bagi orang tersebut untuk berkunjung kembali
Pengadaan transportasi menuju tepat wisata juga menjadi hal penting dalam langkah awal pengembangan wisata. Hal tesebut dikarenakan tak selamanya pengunjung menggunakan kendaraan peribadi. Tempat wisata akan lebih meriah apabila ada transportasi umum yang membawa dan memudahkan pengunjung menuju tempat tersebut.
  1. Pengadaan sarana dan prasarana dilokasi wisata
Sarana umum juga menjadi hal terpenting dalam penembagan objek wisata. Sarana umum menjadikan seseorang nyaman dalam melakukan kunjungan selain itu adanya sarana umum juga menjadikan orang itu betah untuk tinggal diwiata tersebut. Pengadaan tersebut meliputi :
1.      Musola
Pengadaan tempat ibadah musola menjadikan hal yang penting untuk diadakan mengingat kebutuhan dan kewajiban pengunjung yang mayoritas beragama islam. Selain itu pengadaan tempat ibadah juga menjadi pendukung orang betah tinggal diobjek serta menjadikan tempat tersebut layak untuk dipublikasikan.
2.      Toilet
Pengadaan kamar mandi atau toilet juuga menjadi standar pengelolaan wisata yang bsik karena melihat kebutuhan manusia yang sewaktu-waktu bisa timbul. Oleh karena itu pengadaan toilet juga menjadi hal yang vital dalam pengembangan wisata.
3.      Taman
Karena air terjun widuri adalah wilayah hutan maka keberadaan taman akan menambah nyaman suasana sekitar serta menjadikan lingkungan lebih narural dan alami. Hal ini juga tak memerlukan biyaya yang ekstra. Tinggal mengelola lokasi saja.
4.      Tempat duduk
Penadaan tempat duduk atau gazebo juga menambah kesan sejuk dan menjadi daya jual dalam mempromosikan objek karena dengan adanya fasilitas tersebuut bisa menjadikan tempat berkumpul keluarga dan sekedar untuk tempat ngobrol.
5.      Jalan setapak
Pengadaan jalan setapak yang berundak-undak juga mejadi tantangan yang seru terhadap pengunjung karena disesuaikan dengan medan yang telah ada didaerah pegunungan. Hal ini menambahkan tantangan bagi pengunjung yang akan dating.
6.      Tempat sampah
Terakhir adalah pengadaan tempat sampah. Hal ini enjadi penting bilamana pengunjung yang dating agar tidak membuang sampah sembarang tempat dan tidak menjadikan objek tersebut kumuh.
Selain hal tersebut diatas perbaikan vasilitas yang ada juga perlu ditinjau ulang dan menjadi poin penting. Seperti peluasan tempat perkemahan dan mengadakan jamboree rutin diwilayah tersebut selain itu juga pemberian penjaga dan loket masuk untuk keamanan wisata tersebut.
  1. Sosialisasi terhadap warga
Soaialisasi ini diadakan bertujuan agar warga mau mempelihara serta merawat objek tersebut. Selain itu dengan adanya sosialisasi warga menjadi tahu selain memiliki fungsi wisata daerah tersebut juga bisa menjadi wilayah konservasi dan menjadikan stok untuk O2 dimasa mendatang.
Selain itu dengan sosialisasi diharapkan warga tidak akan menebangi hutan lagi karena bisa memiliki penghasilan tambahan dengan adanya wisata tersebut seperti sebagai pedagang, petugas keamanan, tukang parker, tukang kebersihan dan lain sebagaunya
  1. Publikasi wisata oleh pemerintah
Setelah semuatahap diatas terselesaikan maka langkah terakir yang perlu dilakukan adalah dengan pemberian sosialisasi oleh pemerintah kepada masyarakat lusa tentang adanya objekwisata aur terjun widuri di daerah ksbupaten Grobogan. Sosialisasi bisa berbentuk formal dengan adanya seimar wisata kabupaten Grobogan, peringatan objek wisata widuri atau secara non formal seperti publikasi sesame pengurus pemerintahan derah lintas daerah.
Hal ini menjadi penting karena dengan ini orang bisa mengenal tenteng wisata oir terjun widuri dan dengan itu daerah tersebut lebih terkenal dan diharap bisa memajukan daerah terssebut denga potensi wisata. 

Kajian mengenai dampak pengembangan objek wisata widuri
Apabila objek wisata ini di kembangkan dan di kelola dengan baik maka dapat di pastikan wisatawan yang datang ke objek wisata ini semakin banyak tidak terbatas dari wisatawan lokal tetapi juga dari daerah lain.  Semakin banyaknya wisatawan maka akan menambah penghasilan penduduk sekitar dan pendapatan daerah. Selain memajukan daerah karena mulai dikenal mayarakat luas hal ini juga bisa menambah pertumbuhan ekonomi daerah tersebut secara khusus dan member keuntungan pengunjung secara umum.


Peran Obyek Wisata dalam Mengurangi Angka Pengangguran
Obyek wisata memiliki potensi besar seperti yang dijelaskan diatas, selain hal tersebut diatas potensi lainya adalah dengan pengembangan obyek wisata dapat mengurangi angka penganggurn masarakat sekitar obyek wisata tersebut.
Angka pengganguran ini dapat berkurang dengan cara yakni penduduk sekitar lokasi bisa membuka warung makan disekitar obyek wisata tersebut. Selain mengurang penggangguran bagi dirinya sendiri disini pemilik warung juga bisa mengmbil karyawan guna membantunya dalam berdagang. Selain itu hal ini juga memberi peluang pada pedagang asongan atau pedagang kecil untuk menjajakkan daganganya didaerah tersebut. Peluamg lainya juga ada pada masyarakat yang mau menjadi petugas kebersihan, keamanan dan lain sebagainya.
Potensi area prkir juga bisa mejadikan mata pencarian yang baru dimana hasilnya juga cukup besar. Disini potensi parkir tidak berdiri sendiri akan tetapi sudah bekerja sama dengan penjualan tiket masuk jadi secara jelasnya tiket sudah termasuk area parkir, sehingga petugas parkir bisa mengambil gajinya dipenjualan loket dengan sistem tergantung kesepakatan masing-masing.

Selain itu juga penjualan pernak-pernik dan kerjina tangan juga biasa mengurangi angka pengangguran dengan sistem sebagai berikut. Masing-masing rumah tangga membuat pernak-pernik dan kerajinan yang akan dikelola oleh koprasi selanjutnya dari koprasi mengolah pernak-pernik itu untuk dipasarkan oleh para anggota koprasi dengan menjualnya disekitar obyek wisata tersebut.
Dengan demikian selain mendapatkan penghasilan juga mengenalkan prodak local kemasyarakat umum sehingga lebih lanjut prodak daerah bisa terkenal keluar daerah.

Kelebihan dan Kekurangan Kebudayaan Sebagai Pengembangan Obyek wisata
Ibarat tiada gading yang tak retak, begitu juga dengan gagasan ini yakni memiliki beberapa kekuranganan dan beberapa kelebihan dan dengan kedepannya kami berusaha meminimalisir kekurangan yang ada dalam gagasan kami. Kelebihan dan kekurangan dari gagasan kami diantaranya

Kelebihan
1.      Memiliki potensi untuk menarik banyak wisatawan
2.      Mengenalalkan obyek wisata lokal
3.      Dapat menjadikan wilayah konservasi.
4.      Memajukan daerah sekitar

Kekurangan
1.      Sarana dan prasarana masing-masing obyek yang berbeda dan belum tentu mendukung
2.      Kurang pekanya mayarakat terhadap potensi yang ada
3.      Dana yang dibutuhkan sanngat banyak.


PENUTUP

Simpulan

1)      Akses untuk menuju objek wisata kurang mendapat perhatian dari pemerintah kabupaten grobogan.
2)      Beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam pengembangan objek wisata ini meliputi perbaikan jalan,membangun tempat untuk beristirahat,promosi dan keterlibatan penduduk sekitar dalam rangka mengenalkan objek wisata ini.
3)      Secara teoritis pengembangan objek wisata ini akan memberi dampak positif bagi pendapatan masyarakat sekitar dan penghasilan daerah.

Saran
Beberapa saran yang bias kami rekomendasikan adalah sebagai berikut.
Bagi pemerintah kabupaten grobogan untuk lebih serius dalam memperhatikan objek-objek wisata yang ada di daerah terpencil,dengan memberikan dana untuk memperbaiki jalan yang rusak serta mendirikan bangunan untuk tempat istirahat.Selain itu peran penduduk sekitar juga di butuhkan untuk merawat fasilitas-fasilitas yang ada agar tetap bermanfaat.


DAFTAR PUSTAKA

 

Arison . 2008. Pengertian-Pariwisata.Html. http://.Blogspot.com (11 Juni 2009)

Yudhim. 2008. pengertian-pontensi_wisata.Html. http:// Blogspot.com
(11 Juni 2009)

Wisata dan Budaya. 2009. Situs-dan-Aktivitas-Arkeologis-Bagi.Html. http://.Blogspot.com (11 Juni 2009)











Tidak ada komentar:

Posting Komentar