PENDAHULUAN
Latar belakang
Negara Indonesia merupakan Negara yang
kaya akan kekayaan dan keindahan alamnya. Begitu kayanya Indonesia akan
keindahan dan kekayaan alamya hingga kita tidak bisa menghitung jumlahnya dan
menilai harganya. Bentangan alam Indonesia dari sabang sampai merauke dan
membujur dari miangga sampai rote mengundang kekaguman bagi setiap orang yang
melihatnya.
Kekayaan sumber daya alam hayati dan
ekosistemnya yang terdiri dari sumberdaya hewani, nabati, gejala dan keunikan
alam atau keindahan alam yang dimiliki oleh bangsa Indonesia merupakan anugerah
Tuhan Yang Maha Esa
Potensi
sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya tersebut, perlu dikembangkan dan
dimanfaatkan untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat tanpa melupakan
upaya konservasi sehingga tetap tercapai keseimbangan antara perlindungan,
pengawetan dan pemanfaatan yang lestari.
Pemanfaatan
potensi sumberdaya alam Flora dan fauna serta jasa lingkungannya di kawasan
Pelestarian Alam dan Hutan Lindung mengacu kepada prinsip-prinsip social forest
management yang dalam pemanfaatannya berazaskan kelestarian ekologi, social dan
ekonomi
Pemanfaatan
yang tidak memperhatikan faktor kelestarian fungsi hutan, akan menimbulkan laju
degradasi hutan. Sebagai illustrasi angka deforestrasi mencapai 1, 6 juta
hektar per tahun.
Potensi jasa
lingkungan hutan baik langsung ataupun tidak langsung dapat dimanfaatkan secara
terukur dan tidak terukur oleh manusia antara lain untuk : wisata alam,
pemanfaatan sumberdaya air, supply oksigen, perlindungan system hidrologis dan
carbon offset (Pedoman Inventarisasi Jasa Lingkungan, Ditjen PHKA, 2003.)
Sejalan dengan
perkembangan kebutuhan pariwisata alam, maka kawasan Pelestarian alam seperti
Taman Nasional, Taman Hutan Raya dan taman Wisata Alam yang memiliki gejala
keunikan alam, keindahan alam, keanekaragaman flora dan faunanya sangat
potensial untuk dikembangkan sebagai objek dan daya tarik wisata alam,
disamping sebagai wahana penelitian, pendidikan dan pengembangan ilmu
pengetahuan.
Agar objek dan
daya tarik wisata dapat dimanfaatkan secara nyata diperlukan modal dan
teknologi yang memadai, serta untuk menjaga kelestariannya diperlukan
pengelolaan yang arif agar tidak menimbulkan dampak negative terhadap
lingkungan kawasan dan social budaya masyarakat sekitar.
Pemanfaatan
jasa lingkungan untuk kepentingan wisata alam, perlu memperhatikan
prinsip-prinsip pengembangan pariwisata alam yakni konservasi, edukasi,
ekonomi, rekreasi dan peran / partisipasi masyarakat.
Bersyukurlah kita tinggai di
Indonesia yang kaya akan kekayaan alamnya. “Gemah ripah loh jinawi’ mungkin itu
adalah ungkapan yang menggambarkan kekayan alam Indonesia yang tak terhitung
itu. Dari berbagai kekayaan alam itu banyak sekali yang memiliki potensi
wisata. Diman temapat itu menjadi tujuan orang berkunjung bersama keluarga.
Oryek wisata adaah tempat tujuan
manusia untuk menghibur diri dan menghilangkan kepenatan. Objek wisata biasanya
menjadi tujuan manusia mengisi waktu luang atau liburan bersama keluarga atau
rekan kerja.
Kebanyaan dari mereka mencari obyek
wisata adalah obyek yang menggambarkan panorama alam yang indah, fasilitas yang
layak dan transportasi yang mudah. Sehinngga hal tersebut bisa emacu seseorang
untuk kembali lagi mengunjunginya.
Ditengah beban pekerjaan yang berar
dan kesibukan aktuvitas manusia yang mengkibatkan setres, manusia perlu dengan
yang namanya rifresing atau penyegaran. Kebmyakan hal itu dilakukan manusia
dengan menuju obyek wisata baik dalam atau luar Negeri hanya sekedar melepas
penat bersama keluarga.
Begitu mahal harga wisata yang
memuaskan hingga manusia rela mengeluarkan tak sedidit uang untuk
mendapatkanya. Ditengah kesibukan orang dalam bekerja wisata local menjadi
alternative tujuan manusia untuk sekedar mengisi waktu luang bersama keluarga.
Uraian singkat
Otonomi daerah merupakan kebijakan
yang diberikan pemerintah pusat kepada daerah untuk mengembanngkan potensi
daerah agar dengan potensi tersebut suatu daerah bisa maju.
Dengan adanya otonomi daerah dan
menjawab venomena diatas kami mengangkat
judul dimana didaerah-daerah banyak
objek-objek wisata yang begitu indah tetapi tidak mendapatkan perhatian.
Tujuan dan manfaat
- Menkaji
prospek pengembangan objek wisata widuri.
- Mendeskripsikan
strategi pengembangan objek wisata widuri .
- Mengkaji
dampak pengembangan objek wisata widuri.
TELAAH PUSTAKA
Obyek Wisata
Menurut Undang-undang Nomor 9 Tahun
1990 tentang Kepariwisataan Bab I Pasal 1 ; dinyatakan bahwa wisata adalah
kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara
sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati obyek dan daya tarik wisata
Jadi pengertian wisata mengandung unsur yaitu :
1.
Kegiatan
perjalanan;
2.
Dilakukan
secara sukarela;
3.
Bersifat
sementara;
4.
Perjalanan
itu seluruhnya atau sebagian bertujuan untuk menikmati obyek dan daya tarik
wisata.
Pengertian
objek dan daya tarik wisata menurut Undang-undang Nomor 9 Tahun 1990 yaitu yang
menjadi sasaran perjalanan wisata yang meliputi :
1.
Ciptaan
Tuhan Yang Maha Esa, yang berwujud keadaan alam serta flora dan fauna, seperti
: pemandangan alam, panorama indah, hutan rimba dengan tumbuhan hutan tropis,
serta binatang-binatang langka.
2.
Karya
manusia yang berwujud museum, peninggalan purbakala, peninggalan sejarah, seni
budaya, wisata agro (pertanian), wisata tirta (air), wisata petualangan, taman
rekreasi, dan tempat hiburan.
3.
Sasaran
wisata minat khusus, seperti : berburu, mendaki gunung, gua, industri dan
kerajinan, tempat perbelanjaan, sungai air deras, tempat-tempat ibadah,
tempat-tempat ziarah dan lain-lain.
.
Pariwisata adalah kegiatan melakukan perjalanan dengan tujuan mendapatkan kenikmatan, mencari kepuasan, mengetahui sesuatu, memperbaiki kesehatan, menikmati olahraga atau istirahat, menunaikan tugas, berziarah dan lain-lain (James J.Spillane,1982:20)
Pariwisata adalah kegiatan melakukan perjalanan dengan tujuan mendapatkan kenikmatan, mencari kepuasan, mengetahui sesuatu, memperbaiki kesehatan, menikmati olahraga atau istirahat, menunaikan tugas, berziarah dan lain-lain (James J.Spillane,1982:20)
Pariwisata
adalah salah satu jenis industri baru yang mampu mempercepat pertumbuhan
ekonomi dan penyediaan lapangan kerja, peningkatan penghasilan, standar hidup
serta menstimulasi sektor-sektor produktif lainnya. Selanjutnya, sebagai sektor
yang komplek, pariwisata juga merealisasi industri-industri klasik seperti
industri kerajinan tangan dan cinderamata, penginapan dan transportasi (Menurut
Salah Wahab,1975:55)
Sedangkan pengertian Kepariwisataan menurut Undang-undang
Nomor 9 Tahun 1990 pada bab I pasal 1, bahwa Kepariwisataan adalah segala
sesuatu yang berhubungan dengan penyelenggaraan pariwisata. Artinya semua
kegiatan dan urusan yang ada kaitannya dengan perencanaan, pengaturan,
pelaksanaan, pengawasan, pariwisata baik yang dilakukan oleh pemerintah, pihak
swasta dan masyarakat disebut Kepariwisataan.
Kepariwisataan juga dapat memberikan dorongan langsung
terhadap kemajuan kemajuan pembangunan atau perbaikan pelabuhan pelabuhan (laut
atau udara), jalan-jalan raya, pengangkutan setempat,program program kebersihan
atau kesehatan, pilot proyek sasana budaya dan kelestarian lingkungan dan
sebagainya. Yang kesemuanya dapat memberikan keuntungan dan kesenangan baik
bagi masyarakat dalam lingkungan daerah wilayah yang bersangkutan maupun bagi
wisatawan pengunjung dari luar. Kepariwisataan juga dapat memberikan dorongan
dan sumbangan terhadap pelaksanaan pembangunan proyek-proyek berbagai sektor
bagi negara-negara yang telah berkembang atau maju ekonominya, dimana pada
gilirannya industri pariwisata merupakan suatu kenyataan ditengah-tengah
industri lainnya. (Nyoman S. Pendit,2003:33).
Otonomi Daerah
Onomi daerah adalah kewenangan daerah otonom
untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa
sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan
perundang-undangan.
Pengertian "otonom" secara bahasa adalah "berdiri
sendiri" atau "dengan pemerintahan sendiri". Sedangkan "daerah"
adalah suatu "wilayah" atau "lingkungan pemerintah". Dengan
demikian pengertian secara istilah "otonomi daerah" adalah
"wewenang/kekuasaan pada suatu wilayah/daerah yang mengatur dan mengelola
untuk kepentingan wilayah/daerah masyarakat itu sendiri." Pengertian yang
lebih luas lagi adalah wewenang/kekuasaan pada suatu wilayah/daerah yang
mengatur dan mengelola untuk kepentingan wilayah/daerah masyarakat
itu sendiri mulai dari ekonomi, politik, dan pengaturan perimbangan keuangan
termasuk pengaturan sosial, budaya, dan ideologi yang sesuai dengan tradisi
adat istiadat daerah lingkungannya.
Pelaksanaan otonomi daerah dipengaruhi oleh faktor-faktor yang
meliputi kemampuan si pelaksana, kemampuan dalam keuangan, ketersediaan alat
dan bahan, dan kemampuan dalam berorganisasi.
Otonomi daerah tidak mencakup bidang-bidang tertentu, seperti
politik luar negeri, pertahanan keamanan, peradilan, moneter, fiskal, dan
agama. Bidang-bidang tersebut tetap menjadi urusan pemerintah pusat.
Pelaksanaan otonomi daerah berdasar pada prinsip demokrasi, keadilan, pemerataan,
dan keanekaragama
METODE PENULISAN
Pendekatan penulisan
Karya tulis ini menggunakan metode
deskriptif kualitatif sebagai pendekatan penulisan.Menurut baghdan dan taylor
dalam moeleong(2003 ;3),metode kualitatif memanfaatkan data deskriptif berupa
kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan objek yang di amati,Artinya
permasalahan yang akan di bahas dalam karya tulis ini tidak berkenaan dengan
angka-angka melainkan uraian-uraian berupa gambaran hasil pengamatan dan di
gunakan untuk membahas permasalahan yang di kaji.
Sasaran penulisan
Sasaran penulisan ini adalah peran
pemerintah sekitar dalam mengembangkan objek wisata air terjun ini.Serta peran
penduduk sekitar dalam mengelola objek wisat yang ada.
Sumber data
Sumber penulisan karya tulis ini di
peroleh dari dua sumber yaitu sumberdata primer dari hasil wawancara dengan
pihak-pihak yang terkait.Selain itu juga dari sumber data sekunder dengan
teknik kajian pustska yang di peroleh dari buku ,surat kabar ,internet dan
sebagainya yang relevan.
Langkah-Langkah
Penulisan
Langkah-langkah
yang kami lakukan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah :
1.
Menentukan atau memilih topic/ tema karangan
2.
Menentukan tujuan penulisan
3.
Menyusun kerangka tulis
4.
Mengumpulkan bahan tulis
5.
Mengembangkan kerangka tulis
Tahap Penulisan
Tahap tahap dalam penulisan ini
sendiri secara umum dapat disebutkan sebagai berikut:
1. Pengumpulan
Data
Teknik
pengumpulan data yang digunakan dalam penyusunan karya tulis ini adalah :
a. Observasi
Langkah pertama yang kami lakukan
dalam pengumpulan data adalah melakukan obervasi di salah satu obyek wisata
kecil yakni sendang coyo guna mengetahui potensi yang terdapat didaerah sendang coyo. Selain itu observasi
yang kami lakukan juga bertujuan untuk mengkaji seberapa besar obyek wisata
sendng coyo mampu menarik minat masyarakat.
b. Wawancara
Selain
ovservasi kami juga mengadakan
wawancara terhadap pihak terkait guna menjadi sumber pendukung dalam penulisan
karya ilmiah ini.
c. Dokumentasi
Pada
tahap ini penulis melakukan pengumpulan data dengan cara observasi pada obyek
wisata tersebut dan mendokumentasikannya sebagai sumber kajian dalam penulisan
karya ilmiah.
d. Studi Pustaka
Berdasarkan
permasalahan yang muncul maka penulis melakukan pencarian sumber-sumber pustaka
yang relevan dengan tema yang kami ambil dari artikel yang kami unduh dari
internet. Sumber-sumber pustaka yang diperoleh kemudian dipelajari dan
dituangkan dalam kajian pustaka sebagai teori yang mendasari pembahasan dan
permasalahan yang dikaji.
2.
Menemukan dan Merumuskan Masalah
Berdasarkan
kajian pustaka dan ovservasi yang kami laksanakan, tim kami berhasil mengamati
dan menemukan gagasan yakni memanfaatkan kebudayaan sebagai salah satu
alternatif pengembangan potensi obyek wisata. Dari perumusan masalah tesebut.
Tim kami menganalisis bagaimana agar kebudayaan mampu menjadi salah satu
alternaeif pengembangan obyek wisata.
3. Analisis
Data
Kegiatan
analisis dilakukan dengan pendekatan teoritik berdasarkan hasil kajian pustaka. Proses analisis data yang
dilakukan dalam penulisan karya tulis ini mencakup reduksi data dan sajian
data.
Analisis reduksi
data dilakukan dengan menyeleksi, memfokuskan, dan menyederhanakan yang telah
telah diperoleh berdasarkan sumber pustaka. Analisis ini dilakukan guna
mempertegas, meringkas, memfokuskan dan membuang data yang tidak penting agar
kesimpulan dapat diambil.
Setelah
melakukan reduksi data kemudian penulis melaksanakan tahap sajian data. Pada
tahap ini penulis menyusun informasi hasil dari tahap reduksi data kemudian
menyajikannya secara lengkap baik data yang diperoleh dari studi pustaka,
maupun dokumentasi kemudian dianalisis sesuai dengan kategori dalam
permasalahan yang ada guna memperoleh data yang jelas dan sistematis. Data ini
kemudian digunakan sebagai rujukan dalam pembahasan dan penarikan simpulan.
4.
Merumuskan Pemecahan Masalah
Langkah ini
merupakan solusi dari tim kami atas rumusan masalah yang ada dan kami menyusun
semu ini secara sistematis.
5. Penarikan Kesimpulan
dan Saran
Pada tahap
penarikan Kesimpulan dan saran penulis menggunakan teknis induksi berdasarkan
uraian pada pembahasan. Berdasarkan pembahasan pula, penulis merumuskan
beberapa saran agar pihak-pihak yang terkait dapat mempertimbangkan solusi
permasalahan untuk dapat direalisasikan.
PEMBAHASAN
Lokasi dan suasana air terjun widuri
Air Terjun
Widuri terletak di Desa Kemadoh Batur, Kec. Tawangharjo kurang lebih 19 Km
sebelah timur laut kota Purwodadi. Disekitar tempat ini terdapat 1 air terjun,
yang memiliki tenggi kurang lebih 40 meter, dengan deburan air yang jernih,
hijaunya pemandangan sekitar dan sejuknya udara menjadikan kawasan air terjun
Widuri terlihat mempesona dan sangat indah.
Sementara itu
disekelilingnya tumbuh pepohonan hijau sebagai tempat tinggalnya kera-kera
hutan, yang tampak begitu asri. Selain sebagai objek wisata tempat ini juga
menjadi bumi Perkemahan yang sangat luas, sehingga menambah daya tarik
pengunjung, khususnya bagi para remaja yang memiliki jiwa petualang dan pecinta
alam air terjun.
Objek wisata widuri sering di
jadikan tempat untuk mencari inspirasi. Banyaknya orang yang datang membuat
objek wisata air terjun widuri lumayan di kenal tetapi hanya di lingkungan
ssekitar saja sebagai obyek wisata lokal.
Wisata alami ini belum mendapat
polesan dari manusia sehingga alam masih sangat terlihat ilok dan udar masih
tercium segar. Naturalnya tempat ini terlihat dari rimbunnya pohon-pohon
didaerah sekitarnya. Di sekeliling objek wisata air terjun widuri terdapat
hutan yang masih rimbun tanpa ada satupun kayu yang di tebangi. Untuk menuju
objek wisata ini membutuhkan tenaga yang ekstra karena jalan menuju objek
wisata ini masih rusak. Keadaan seperti ini dikarenaksn kurang mendapat
perhatian dari pemerintah setempat. Hal ini terlihat dari masih rusaknya jalan
menuju objek wisata tersebut, tidak adanya tempat peristirahatan bagi wisatawan
yang berkunjung ketempat tersebut, tidak adanya tempat pembungan sampah
sehingga pengunjung membuang sampah seenaknya.
Apabila objek wisata ini di kelola
dengan baik maka dapat di pastikan banyak wisatawan yang dating menikmati
keindahan wisata air terjun widuri. Pemerintah Kabupaten Grobogan seharusnya
memberi perhatian yang lebih terhadap objek wisata ini, pemerintah bisa memulai
dari memperbaiki akses jalan menuju objek wisata ini, bisa juga dengan
mensosialisasikan objek wisata ini ke daerah-daerah lain agar lebih banyak lagi
wisatawan dari luar daerah yang yang dating. Dengan demikian bisa menambah penghasilan
untuk penduduk sekitar sehingga penduduk sekitar bisa menambah penghasilan.
Selain dari peran pemerintah juga di
butuhkan peran dari penduduk sekitar. Penduduk sekitar bisa berdagang di objek
wisata tersebut untuk menambah mata pencarian dan menjadi alternative
pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Sebagian besar penduduk di daerah ini
bermata pencaharian petani dan berkebun. Daerah yang begitu indah namun tidak
di kelola dengan baik, sebenarnya objek wisata ini bisa menjadi alternatif
untuk menambah penghasilan penduduk sekitar dan penghasilan daerah.
Pengembangan sector wisata di daerah
Ngantru, Kecamatan Wirosari, Kabupaten
Grobogan ini tidak berjalan baik. Hal ini dikarena peran pemerintah yang kurang
terhadap penanganan objek wisata air terjun widuri. Setidaknya pemerintah mau
mempromosikan kedaerah lain agar obyek wisata air terjun widuri lebih terkenal.
Tapi sayangnya hingga saat ini objek
wisata ini belum mendapat perhatian dari pemerintah mengenai pembangunan dan
pengembangan seperti membangun home stay, fasiolitas umum, akses jalan ke
berbagai sudut widuri, serta pengelolaan air bersihnya.
Strategi pengembangan objek wisata widuri
World tourism organization (WTO)
telah menggariskan kebijakan pengembangan pariwisata berkelanjutan yang menitik
beratkan pada tiga hal yaitu keberlanjutan alam, social, budaya ,dan ekonomi. Konsep
ini secara jelas menjabarkan bahwa pengembangan pariwisata tidak boleh merusak
alam(subadra 2008).
Selain itu dengan adanya otonomi
daerah peluang daerah untuk mengembangakan daerahnya sendiri dengan potensi
yang ada lebih dari mendukung untuk mengelola wisata ini. Seperti yang
dijelaskan dalam latar belakng yakni kebutuhan manusia akan wisata semakin
banyak sehingga pemanfaatan wisata local menjadi peran pentiing dalam menangani
kebutuhan tersebut.
Berikut
ini kami memaparkan diskripsi pengembangan obyekwisata widuri sebagai
olternatif wisata local yaitu
- Pembangunan dan pengadaan
sarana transportasi
Hal ini menjadi hal
yang terpenting dalam pengembangan obyek wisata mana pun. Aset jalan yang bagus
menjadi daya tarik pertama bagi pengunjung untuk kembali datnag melihat
panorama yang ada. Apabila hal ini tidak dilaksanakan seindah apapun tempat
tersebut orang akan merasa malas berkunjung kedaerah tersebut karena keasaan
jalan yang jelek. Akan tetapi sebaliknya, apabila sarana transportasi baik
orang merasa nyaman dalam perjalanan ketempat tersebut dan diharapkan akan
menjadi magnet bagi orang tersebut untuk berkunjung kembali
Pengadaan
transportasi menuju tepat wisata juga menjadi hal penting dalam langkah awal
pengembangan wisata. Hal tesebut dikarenakan tak selamanya pengunjung
menggunakan kendaraan peribadi. Tempat wisata akan lebih meriah apabila ada
transportasi umum yang membawa dan memudahkan pengunjung menuju tempat
tersebut.
- Pengadaan sarana dan prasarana
dilokasi wisata
Sarana umum juga
menjadi hal terpenting dalam penembagan objek wisata. Sarana umum menjadikan
seseorang nyaman dalam melakukan kunjungan selain itu adanya sarana umum juga
menjadikan orang itu betah untuk tinggal diwiata tersebut. Pengadaan tersebut
meliputi :
1. Musola
Pengadaan tempat
ibadah musola menjadikan hal yang penting untuk diadakan mengingat kebutuhan
dan kewajiban pengunjung yang mayoritas beragama islam. Selain itu pengadaan tempat
ibadah juga menjadi pendukung orang betah tinggal diobjek serta menjadikan
tempat tersebut layak untuk dipublikasikan.
2. Toilet
Pengadaan kamar mandi
atau toilet juuga menjadi standar pengelolaan wisata yang bsik karena melihat
kebutuhan manusia yang sewaktu-waktu bisa timbul. Oleh karena itu pengadaan
toilet juga menjadi hal yang vital dalam pengembangan wisata.
3. Taman
Karena air terjun
widuri adalah wilayah hutan maka keberadaan taman akan menambah nyaman suasana
sekitar serta menjadikan lingkungan lebih narural dan alami. Hal ini juga tak
memerlukan biyaya yang ekstra. Tinggal mengelola lokasi saja.
4. Tempat duduk
Penadaan tempat duduk
atau gazebo juga menambah kesan sejuk dan menjadi daya jual dalam mempromosikan
objek karena dengan adanya fasilitas tersebuut bisa menjadikan tempat berkumpul
keluarga dan sekedar untuk tempat ngobrol.
5. Jalan setapak
Pengadaan jalan
setapak yang berundak-undak juga mejadi tantangan yang seru terhadap pengunjung
karena disesuaikan dengan medan yang telah ada didaerah pegunungan. Hal ini
menambahkan tantangan bagi pengunjung yang akan dating.
6. Tempat sampah
Terakhir adalah
pengadaan tempat sampah. Hal ini enjadi penting bilamana pengunjung yang dating
agar tidak membuang sampah sembarang tempat dan tidak menjadikan objek tersebut
kumuh.
Selain hal tersebut
diatas perbaikan vasilitas yang ada juga perlu ditinjau ulang dan menjadi poin
penting. Seperti peluasan tempat perkemahan dan mengadakan jamboree rutin
diwilayah tersebut selain itu juga pemberian penjaga dan loket masuk untuk
keamanan wisata tersebut.
- Sosialisasi terhadap warga
Soaialisasi ini
diadakan bertujuan agar warga mau mempelihara serta merawat objek tersebut.
Selain itu dengan adanya sosialisasi warga menjadi tahu selain memiliki fungsi
wisata daerah tersebut juga bisa menjadi wilayah konservasi dan menjadikan stok
untuk O2 dimasa mendatang.
Selain itu dengan
sosialisasi diharapkan warga tidak akan menebangi hutan lagi karena bisa
memiliki penghasilan tambahan dengan adanya wisata tersebut seperti sebagai
pedagang, petugas keamanan, tukang parker, tukang kebersihan dan lain
sebagaunya
- Publikasi wisata oleh
pemerintah
Setelah semuatahap
diatas terselesaikan maka langkah terakir yang perlu dilakukan adalah dengan
pemberian sosialisasi oleh pemerintah kepada masyarakat lusa tentang adanya
objekwisata aur terjun widuri di daerah ksbupaten Grobogan. Sosialisasi bisa
berbentuk formal dengan adanya seimar wisata kabupaten Grobogan, peringatan
objek wisata widuri atau secara non formal seperti publikasi sesame pengurus
pemerintahan derah lintas daerah.
Hal ini menjadi
penting karena dengan ini orang bisa mengenal tenteng wisata oir terjun widuri
dan dengan itu daerah tersebut lebih terkenal dan diharap bisa memajukan daerah
terssebut denga potensi wisata.
Kajian mengenai dampak
pengembangan objek wisata widuri
Apabila objek wisata ini di
kembangkan dan di kelola dengan baik maka dapat di pastikan wisatawan yang
datang ke objek wisata ini semakin banyak tidak terbatas dari wisatawan lokal
tetapi juga dari daerah lain. Semakin
banyaknya wisatawan maka akan menambah penghasilan penduduk sekitar dan
pendapatan daerah. Selain memajukan daerah karena mulai dikenal mayarakat luas
hal ini juga bisa menambah pertumbuhan ekonomi daerah tersebut secara khusus
dan member keuntungan pengunjung secara umum.
Peran Obyek Wisata dalam Mengurangi Angka Pengangguran
Obyek wisata memiliki potensi besar seperti yang
dijelaskan diatas, selain hal tersebut diatas potensi lainya adalah dengan
pengembangan obyek wisata dapat mengurangi angka penganggurn masarakat sekitar
obyek wisata tersebut.
Angka pengganguran ini dapat berkurang dengan
cara yakni penduduk sekitar lokasi bisa membuka warung makan disekitar obyek
wisata tersebut. Selain mengurang penggangguran bagi dirinya sendiri disini
pemilik warung juga bisa mengmbil karyawan guna membantunya dalam berdagang.
Selain itu hal ini juga memberi peluang pada pedagang asongan atau pedagang kecil untuk menjajakkan daganganya didaerah tersebut. Peluamg lainya juga ada
pada masyarakat yang mau menjadi petugas kebersihan, keamanan dan lain
sebagainya.
Potensi area prkir juga bisa mejadikan mata pencarian yang baru dimana hasilnya juga
cukup besar. Disini potensi parkir tidak berdiri sendiri akan tetapi sudah
bekerja sama dengan penjualan tiket masuk jadi secara
jelasnya tiket sudah termasuk area parkir, sehingga petugas parkir bisa mengambil gajinya dipenjualan loket dengan sistem tergantung kesepakatan masing-masing.
Selain itu juga penjualan pernak-pernik dan kerjina tangan juga biasa mengurangi
angka pengangguran dengan sistem sebagai berikut. Masing-masing rumah tangga membuat pernak-pernik
dan kerajinan yang akan dikelola oleh koprasi selanjutnya dari koprasi mengolah
pernak-pernik itu untuk dipasarkan oleh para anggota koprasi dengan menjualnya disekitar obyek wisata tersebut.
Dengan demikian selain mendapatkan penghasilan
juga mengenalkan prodak local kemasyarakat umum sehingga lebih lanjut prodak
daerah bisa terkenal keluar daerah.
Kelebihan dan Kekurangan Kebudayaan Sebagai Pengembangan Obyek wisata
Ibarat tiada gading yang tak
retak, begitu juga dengan gagasan ini yakni memiliki beberapa kekuranganan dan
beberapa kelebihan dan dengan kedepannya kami berusaha meminimalisir kekurangan
yang ada dalam gagasan kami. Kelebihan dan kekurangan dari gagasan kami
diantaranya
Kelebihan
1. Memiliki potensi untuk menarik
banyak wisatawan
2. Mengenalalkan obyek wisata lokal
3. Dapat menjadikan wilayah konservasi.
4. Memajukan daerah sekitar
Kekurangan
1. Sarana dan prasarana
masing-masing obyek yang berbeda dan belum tentu mendukung
2. Kurang pekanya mayarakat terhadap potensi yang
ada
3. Dana yang dibutuhkan sanngat banyak.
PENUTUP
Simpulan
1) Akses untuk menuju objek wisata
kurang mendapat perhatian dari pemerintah kabupaten grobogan.
2) Beberapa hal yang perlu di
perhatikan dalam pengembangan objek wisata ini meliputi perbaikan
jalan,membangun tempat untuk beristirahat,promosi dan keterlibatan penduduk
sekitar dalam rangka mengenalkan objek wisata ini.
3) Secara teoritis pengembangan objek
wisata ini akan memberi dampak positif bagi pendapatan masyarakat sekitar dan
penghasilan daerah.
Saran
Beberapa saran yang bias kami
rekomendasikan adalah sebagai berikut.
Bagi pemerintah kabupaten grobogan untuk lebih
serius dalam memperhatikan objek-objek wisata yang ada di daerah
terpencil,dengan memberikan dana untuk memperbaiki jalan yang rusak serta
mendirikan bangunan untuk tempat istirahat.Selain itu peran penduduk sekitar
juga di butuhkan untuk merawat fasilitas-fasilitas yang ada agar tetap
bermanfaat.
DAFTAR PUSTAKA
Arison . 2008. Pengertian-Pariwisata.Html. http://.Blogspot.com (11 Juni 2009)
Yudhim. 2008.
pengertian-pontensi_wisata.Html.
http:// Blogspot.com
(11 Juni 2009)
Wisata dan Budaya.
2009.
Situs-dan-Aktivitas-Arkeologis-Bagi.Html. http://.Blogspot.com (11 Juni 2009)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar